Akal Pikiran Adalah Penjara Paling Sempit
oleh: Abdullah Sholeh Hadrami
Duniaekspress, 31 Desember 2017. – Al-Imam Abul Qasim Hibatullah bin Al-Hasan bin Manshur Ath-Thabari Al-Lalika’i rahimahullah (wafat 418 Hijriah) mengkisahkan:
“Ada dua orang Khawarij yang sedang thawaf di Ka’bah, lalu salah satu dari keduanya berkata kepada temannya: “Tidak ada yang masuk surga dari semua makhluk ini selain aku dan kamu saja”.
Temannya bertanya kepadanya (dengan penuh keheranan): “Surga yang luasnya seluas langit dan bumi dibangun hanya untuk aku dan kamu saja?”
Temannya menjawab: “Iya”.
Maka temannya itu berkata (dengan jengkel atas pemahaman yang sempit tersebut): “Kalau begitu untuk kamu saja!” Dan ia-pun meninggalkan pemikiran Khawarij.”
[Syarah Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah 8/ 1307]
Lucu, sedih, miris, tragis dan berbagai perasaan lainnya campur jadi satu membaca kisah diatas..
Sungguh Bahaya Merasa Paling Benar Sendiri Seakan Surga Milik Pribadi dan Kelompoknya Saja..
Terlalu banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk membuka telinga, mata dan hati atau akal pikiran, serta mencela siapa saja yang menutup telinga, mata dan hati atau akal pikirannya..
Banyak dari kalangan pengikut neokhawarij semisal ISIS dan sejenisnya amat merasa berat bila banyaknya umat islam yang dijanjikan surga.  Jika dikatakan kepada mereka bahwa ada jutaan bahkan milyaran umat Islam yang dijanjikan Alloh masuk surga tanpa hisab tiba-tiba mereka nyeletuk: mimpi kali ye…
Padahal ada hadis yang menyebutkan, misalnya : “Rabbku ‘azza wa jalla telah menjajikan padaku bahwa 70.000 orang dari umatku akan dimasukkan surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Setiap 1000 dari jumlah tersebut terdapat 70.000 orang lagi.” (HR. Ahmad 5: 268. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dan sanad hadits ini hasan). Berarti berdasarkan hadits ini ada 4.900.000 orang yang dimaksud.Dalam lafadz yang lain lagi, di mana hadits ini derajatnya lemah ringan. Tapi kemudian setelah dilihat sanadnya, dan ulama peneliti hadits telah meneliti sanad-sanad haditsnya, akhirnya Syaikh Aktuairiji berfatwa bahwasanya haditsnya hasan, sedangkan Syaikh Abu Abdurrahan dalam kitab Silsilah Hadits Ash-Shahihah no. 1484 menyatakan hadits ini shahih. Yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta tambahan kepada Allah, dan Allah memberi tambahan setiap satu orang bisa membawa 70.000 orang. Sehingga jumlahnya mencapai 4,9 milyar masuk surga tanpa hisab. Ini belum yang dihisab lalu masuk surga.
 Orang-orang neokhawarij berat atas hal ini karena mereka merasa pemahamannya spesial dan surga tak semudah itu.  Karena mereka memberat-beratkan perkara akidah, tiada udzur bil jahl samasekali dalam perkara aqidah ini,  padahal Alloh memudahkan Islam bagi penganutnya.
Masihkan kita memilih untuk terpenjara oleh akal pikiran kita yang sempit..?! (AB).