Duniaekspress, 4 Januari 2018. – (Cairo)- Pihak kemanan Mesir, mengatakan seorang perwira kepolisian Mesir tewas pada Rabu (3/1) waktu setempat ketika kendaraannya menabrak sebuah bom pinggir jalan di Semenanjung Sinai utara.

Media pemerintah Mesir mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa insiden tersebut telah terjadi di wilayah bir al-Abd Sinai utara.

Sumber yang sama mengatakan ledakan itu disebabkan oleh bom seberat 50 kilogram yang ditanam oleh “orang tak dikenal”.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut.

Semenanjung Sinai Mesir tetap menjadi pusat pemberontakan militan sejak pertengahan 2013, saat tentara menggulingkan Mohamed Morsi presiden pertama yang terpilih secara bebas di Mesir dalam sebuah kudeta militer berdarah.

Sebelumnya pada akhir Desember lalu tujuh tentara termasuk dua kolonel, tewas dalam sebuah serangan di Semenanjung Sinai, Mesir.

Sebuah kendaraan militer terkena granat berpeluncur roket saat melintasi jalan raya yang menghubungkan kota Al-Arish dan Al-Abd.

Baca Juga: KEADAAN DARURAT DI MESIR DIPERPANJANG

Mesir telah memperpanjang tiga bulan lagi sebuah keadaan darurat nasional, dengan alasan keamanan.

Perpanjangan terakhir yang akan dimulai pada 13 Januari dengan sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Abdel Fattah al-Sisi pada hari Selasa (2/1), setelah terjadi dua serangan mematikan pada hari Jumat terhadap Kristen Koptik di distrik Helwan, di selatan ibukota, Kairo.

Kantor berita negara MENA mengatakan bahwa tindakan tersebut diambil untuk memungkinkan pasukan keamanan “mengambil (tindakan) yang diperlukan untuk menghadapi bahaya dan pendanaan terorisme dan keamanan pengaman di seluruh wilayah negara ini”.

Sumber: Anadolu Agency