Duniaekspress, 4 Januari 2018. – Salah satu watak Khawãrij yang paling menonjol adalah perang. Di kepala mereka hanya ada kamus membunuh dan terbunuh. Seolah-olah solusi masalah yang dihadapi hanya satu yaitu perang; yang mereka klaim dengan jihad, padahal jihad mereka tidak di atas syariah. Jihad mereka adalah jihad yang lahir dari nafsu membunuh mereka. Imãm Al Baghawĩ dalam Syarhus Sunnah 10/ 233 mengutip perkataan Ayyub, beliau menuturkan:

إِنَّ الْخَوَارِجَ اخْتَلَفُوا فِي الاسْمِ وَاجْتَمَعُوا عَلَى السَّيْفِ ” .

*“Sekte-sekte Khawãrij itu berbeda dalam nama namun mereka berkumpul dalam pedang (baca, menumpahkan darah manusia tanpa hak).*

Nah disinilah letak persamaan gerakan jihad dengan Khawãrij. Dr. Muzhir Al Waisy –anggota majelis syura mujahidin di manthiqah syarqiyyah- dalam buku beliau Al Alãmãt Al Fãriqah fĩ Kasyfi Dĩnil Mãriqah (hal: 43) menyebutkan: *“Gerakan jihad banyak menyerap pemikiran ekstrim Khawãrij karena tabiat perang yang tajam”.* Hingga penulis menemukan, ada dai dari salah satu gerakan jihad di Indonesia yang selalu membicarakan jihad. Seolah-olah semua problem masyarakat dan jamaah hanya bisa selesai jika sudah jihad. Ini adalah kekonyolan yang fatal.

Banyak hal yang harus dipersiapkan gerakan jihad selain dari jihad itu. Syaikh Hãzim Al Madanĩ dalam bukunya “Kaifa Narã Al Jihãd” mengutip perkataan seorang veteran afghan: *“Kita Asyik dengan pertarungan militer, sukses menempa jiwa ikhlas, dan berhasil menghidupkan kecintaan mati syahid. Tapi kita lalai memikirkan kekuasaan (politik), sebab kita tak sepenuh hati menggelutinya. Kita masih memandang bahwa politik adalah barang najis. Hasilnya, kita sukses mengubah arah angin kemenangan dengan pengorbanan yang mahal, hingga menjelang babak akhir saat kemenangan siap dipetik, musuh-musuh melepaskan tembakan ” rahmat ” untuk menjinakan kita”. Ini adalah renungan yang sangat berharga dari seseorang yang sudah menghabiskan waktunya di dunia jihad. Bahwa jihad itu bukan hanya membunuh dan terbunuh. Bahwa gerakan jihad itu bukan hanya gerakan gerakan puritan literalis yang dungu dan buta pengetahuan serta literasi.*

Oleh : sultan serdang

 

Baca juga, MANHAJ SESAT KHAWARIJ KLASIK DAN MODERN DALAM PENGKAFIRAN AHLUL KIBLAT