Duniaekspress, 4 Januari 2018. – (Yerusalem)- Yerusalem “tidak dijual”, kata Juru Bicara Presiden Palestina setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan ke Otoritas Palestina Ramallah jika tidak melanjutkan perundingan perdamaian dengan Israel.

“Yerusalem tidak dijual, tidak untuk emas dan perak,” tegas Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, Rabu (3/1/2017).

“Jika AS memiliki perhatian untuk kepentingannya di Timur Tengah, ia harus mematuhi prinsip dan referensi Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum,” kata Abu Rudeineh.

“Jika tidak, AS akhirnya akan mendorong kawasan ini ke jurang kematian,” tambahnya.

Abu Rudeineh mengatakan bahwa kepemimpinan Palestina tidak menentang untuk kembali ke meja perundingan, namun “perundingan nyata harus didasarkan pada legitimasi Arab dan internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab yang didukung oleh Arab Saudi, yang menyerukan pembentukan sebuah independen Negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. ”

Baca Juga: KLAIM MENDAPAT SERANGAN ROKET, ISRAEL SERANG GAZA

Sementara itu, Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum, menggambarkan ancaman Trump sebagai “paksaan politik yang murahan.”

“Ancaman ini mencerminkan perilaku barbar dan amoral AS dalam hubungannya dengan rakyat Palestina dan hak-hak rakyat Palestina,” kata Barhoum dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

“Melawan tekanan AS ini membutuhkan upaya peningkatan untuk mencapai persatuan Palestina,” tambahnya.

Juru bicara Hamas lebih lanjut menekankan perlunya menyatukan “posisi Arab, Islam dan internasional untuk mendukung hak-hak Palestina melawan praktik AS dan Israel.”

Pada 6 Desember, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, mengajukan protes dan penghukuman yang meluas dari seluruh dunia Arab dan Muslim.

Sejak saat itu, setidaknya 15 warga Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka dalam bentrokan sengit dengan pasukan keamanan Israel.

Pada hari Selasa, presiden AS mengancam akan memotong bantuan keuangan ke PA yang berbasis di Ramallah.

“Kami membayar ratusan juta dolar Palestina dalam setahun dan tidak mendapat apresiasi atau dukungan,” cuit Trump dalam akun pribadinya. [fan]