Duniaekspress, 5 Januari 2018. – (Yaman)- Arab Saudi mengatakan telah mencegat serangan rudal balistik yang ditembakkan ke negara tersebut oleh pemberontak Syiah Houthi Yaman.

Pernyataan Saudi tersebut dikeluarkan beberapa jam setelah kelompok pemberontak Yaman tersebut mengklaim telah meluncurkan serangan tersebut.

Saluran TV milik negara Al Ekhbariya melaporkan pada hari Jumat bahwa pasukan pertahanan Saudi mencegat rudal tersebut di atas Najran, sebuah wilayah perbatasan selatan kerajaan Saudi dengan Yaman, sebelum dapat mencapai sasarannya.

Al Masirah, jaringan TV yang dijalankan oleh pemberontak Houthi, mengatakan bahwa kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui Twitter, dengan mengatakan bahwa mereka memiliki “peluncuran rudal balistik jarak dekat dengan target militer di Arab Saudi”.

Dikatakan bahwa pemberontak melepaskan rudal Qaher-2M dari Soviet ke sebuah instalasi militer di Najran. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 400km.

Baca Juga: PIMPINAN SYI’AH HOUTHI YUSUF AL-MADANI TERBUNUH

Bulan lalu, Houthi mengklaim bahwa salah satu rudal yang mereka luncurkan mencapai sasaran militer di Arab Saudi, tanpa menyebut lokasinya.

Namun Pejabat Saudi, mengatakan bahwa mereka mencegat rudal tersebut.

Koalisi yang dipimpin Saudi sebelumnya telah menuduh Iran membantu kelompok Houthi, menuduh Iran “agresi militer yang mencolok” dan “membuat dan menyelundupkan [rudal] ke milisi Houthi di Yaman untuk tujuan menyerang Kerajaan, rakyatnya, dan vitalnya. kepentingan “.

Iran telah berulang kali menolak tuduhan mempersenjatai Houthi, menyebut mereka “jahat, tidak bertanggung jawab, merusak dan provokatif”.