TRUMP: KAMI MENDUDUKKAN ORANG KAMI KE PUNCAK KEKUASAAN SAUDI

duniaekspress 9 Januari 2018.

Michael Wolff, penulis terkenal yang pernah mendapatkan beberapa penghargaan internasional merilis buku yang mengekspos tentang 9 bulan pertama pemerintahan Trump dengan judul “fire and fury: inside the Trump white house” (=di dalam gedung putih nya Trump), sumber utama kisah tersebut berasal dari Steve Bannon,  mantan ketua team pakar (think-thank) presiden yang dipecat Trump. Wolff mengaku menginterview lebih dari 200 orang selama lebih dari 18 bulan termasuk orang-orang penting dalam administrasi Trump dan juga mengaku berjam-jam wawancara dengan Trump tanpa “off the record” baik setelah kampanye  maupun setelah mengantor. Dia bahkan berani bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya.

kami mendudukkan MBS

Michael wolff dan bukunya

Dalam bukunya,  Wolff menggambarkan sinergi antara pangeran Saudi Muhammad bin Salman (MBS) dengan Trump dan keluarganya.

“ketika MBS menawarkan dirinya ke Jared Kushner (mantu Trump yang merupakan turunan yahudi dan berperan sebagai penasehat presiden) sebagai orangnya di kerajaan saudi, itu seperti “ketemu orang yang baik saat hari pertama masuk sekolah”, kata teman kushner.

MBS menawarkan dukungan Trump agar ia dapat memiliki peran tunggal di kerajaan Saudi, sebagai balasannya MBS akan memberikan “sekeranjang hal-hal yang bagus” saat kunjungan presiden Trump yang akan dijadwalkan ke Saudi.  lalu team Trump memberikan lampu hijau sehingga mengundang MBS ke gedung putih. Pada bulan Maret Trump datang ke Saudi

Pada bulan Juni MBS secara efektif melancarkan kudeta dan menjatuhkan lawan-lawan politiknya, lalu Trump mengambil poin dari hal ini dengan mengatakan kepada teman-temannya “Saya dan mantu saya berhasil menempatkan orang kami ke  puncak”, tulis Wolff.

Seperti yang kita ketahui Raja Salman telah menggulingkan keponakannya Mohammad bin Nayef sebagai putra mahkota dan menggantikannya dengan anak laki-lakinya yang berusia 31 tahun, bin Salman (MBS), ia mengguncang garis suksesi dan mengubah kebiasaan bertahun-tahun dalam keluarga kerajaan. Langkah tersebut diumumkan di tengah malam dan merupakan langkah lain dalam pemberdayaan bin Salman untuk berkuasa di kerajaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Raja juga menurunkan bin Nayef, yang pernah menjadi tokoh kuat aparat keamanan negara tersebut, dari jabatannya sebagai menteri dalam negeri.

Sebulan sebelumnya, Trump mengunjungi Arab Saudi dalam perjalanan luar negerinya yang pertama, bertemu dengan para pemimpin dari seluruh Timur Tengah dan menandatangani kesepakatan penjualan senjata senilai 110 miliar dolar dengan para pemimpin kerajaan tersebut. Ketika bin Salman dinobatkan sebagai putra mahkota, Trump menelepon dan mengucapkan selamat kepadanya atas pengangkatannya.

kami mendudukkan MBS

Al-sisi, raja Salman dan trump dalam KTT memerangi terorisme di Ryadh pada Mei 2017

Bannon, yang berbicara sebagai think tank Washington pada bulan Oktober, membuat hubungan antara kunjungan Trump dengan Saudi dan perubahan berturut-turut di kerajaan tersebut, “Jika Anda melihat Arab Saudi, mereka memiliki perubahan mendasar yang cukup besar setelah KTT tersebut,” kata Bannon. “wakil Putra mahkota sekarang menjadi putra mahkota. Saya kira itu dua atau tiga minggu yang lalu, ada 1.000 ulama yang dibekukan atau dimasukkan ke dalam tahanan rumah atau apa pun. Saya menyadari bahwa partai oposisi di New York Times menyebut sebagian besar dari mereka sebagai ulama liberal.

Jared kushner dan steve bannon, penasehat Trump saat menghadiri kampanye Trump

Menantu presiden dan penasihat terpercayanya, Jared Kushner dikatakan dekat dengan bin Salman. Kushner mengunjungi Arab Saudi pada bulan Oktober, di mana dia dan putra mahkota diskusi sampai hampir jam 4 subuh pada beberapa malam, “bertukar cerita dan strategi perencanaan,” lapor Washington Post. Beberapa hari kemudian, bin Salman (MBS) menangkap hampir selusin anggota elit penguasa Saudi.

Jared kushner dan istrinya, ivanka trump bersama keluarga kerajaan saat kunjungan ke Saudi pada Mei 2017

Wolff juga menulis, “Presiden Trump, yang mengabaikan saran kebijakan luar negeri, memberi anggukan kepada rencana Saudi untuk menggertak Qatar. Pandangan Trump adalah bahwa Qatar memberikan dukungan finansial kepada kelompok-kelompok teror.

Trump mengelak isi buku tersebut menyebut buku tersebut sebagai “dusta” dan menyebut Wolff sebagai “benar-benar pecundang”, dan Bannon sebagai “si ceroboh, cengeng setelah dipecat, yang mengemis untuk dapat kerjaan”

(AZ)

Baca juga,  saudi berlakukan larangan berpergian keluarga