Duniaekpress, 8 Januari 2018. –  (SAUDI)-Human Rights Watch melaporkan, otoritas Arab Saudi telah memberlakukan larangan bepergian atas 17 kerabat ilmuwan terkemuka Syaikh Salman al-Audah, yang telah ditahan selama hampir empat bulan, oleh pihak keamanan Saudi.

Seorang anggota keluarga Auda mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (7/1) bahwa seorang kerabat baru mengetahui larangan tersebut ketika dia mencoba untuk meninggalkan kerajaan tersebut.

Petugas pabean tersebut dilaporkan mengkonfirmasi kepada anggota keluarga bahwa istana telah memberlakukan larangan tersebut untuk alasan yang tidak didiberitahukan.

Pihak berwenang Saudi menangkap Salman al-Audah, seorang tokoh gerakan Kebangkitan, pada tanggal 7 September.

Anggota keluarga tersebut mengatakan kepada HRW bahwa Awda ditahan karena penolakannya untuk mematuhi perintah pemerintah Saudi untuk menulis suatu yang mendukung blokade yang dipimpin oleh Saudi di Qatar.

“Sebagai gantinya, Audah mentweet pada 9 September, dengan mengatakan: “Semoga Tuhan menyelaraskan antara hati mereka demi kebaikan rakyat mereka” sebuah seruan nyata untuk rekonsiliasi antara negara-negara Teluk,” HRW mengatakan dalam laporannya, seperti dikutip Al Jazeera Senin (8/1/2018).

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memberlakukan boikot terhadap Qatar pada 5 Juni, menuduh Doha membantu “teroris” dan memiliki hubungan dekat dengan Iran. Namun Qatar membantah tuduhan tersebut.

“Upaya Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk mereformasi ekonomi Saudi dan masyarakat pasti akan gagal jika sistem peradilannya mencemooh peraturan hukum dengan memerintahkan penangkapan dan penghukuman sewenang-wenang,” kata Sarah Leah Whitson, direktur HRW di Timur Tengah.

“Tidak ada pembenaran untuk menghukum anggota keluarga tahanan tanpa menunjukkan bukti sekecil apapun atau tuduhan melakukan kesalahan dari pihak mereka.”

Menurut HRW, Awda termasuk di antara yang pertama dari belasan orang yang ditangkap pada pertengahan September sebagai bagian dari tindakan keras terhadap apa yang orang-orang Saudi katakan adalah tindakan mereka “untuk kepentingan pihak asing terhadap keamanan kerajaan dan kepentingannya”.

Arab Saudi melakukan gelombang penangkapan lagi pada bulan November melawan orang-orang yang mereka tuduh melakukan korupsi dan menahan banyak orang di hotel bintang lima sampai mereka setuju untuk menyerahkan aset kepada negara.

Saudara laki-laki Awda, Khaled, juga ditahan setelah dia mentweet tentang penahanan saudaranya.

“Jika Mohammad bin Salman ingin menunjukkan bahwa sebuah era baru telah dimulai di Arab Saudi, langkah pertama yang menyegarkan adalah melepaskan para aktivis,” pungkas Whitson. (IF)

 

Baca juga, DEMONSTRASI, 11 PANGERAN ARAB DITANGKAP