Duniaekspress, 10 Januari 2018. – (IRAN)- Anggota Parlemen Iran, sekitar 3.700 orang ditangkap di kota-kota di Iran karena gelombang protes anti-pemerintah dan kerusuhan mencengkeram dinegara tersebut.

Anggota parlemen Tehran Mahmoud Sadeghi mengumumkan angka resmi, yang jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, melalui kantor berita ICANA yang dikelola negara pada hari Selasa (9/1/2018).

“Pasukan keamanan dan intelijen yang berbeda menahan para pemrotes, sehingga sulit untuk mengetahui jumlah pastinya,” kata Sadeghi.

Sekitar 1.000 orang sebelumnya dilaporkan telah ditangkap selama hampir satu minggu demonstrasi yang dimulai pada bulan Desember.

Baca Juga: MUNGKINKAH REZIM SYIAH IRAN RUNTUH OLEH RAKYATNYA SENDIRI ?

Kekerasan pecah di beberapa demonstrasi, menyebabkan setidaknya 22 orang tewas.

Kerusuhan tersebut menyebar ke lebih dari 80 kota dan kota pedesaan akhir bulan lalu karena ribuan orang muda dan kelas pekerja Iran menyuarakan kemarahan pada korupsi, pengangguran, dan kesenjangan yang mendalam antara kaya dan miskin, dalam demonstrasi anti-pemerintah terbesar sejak 2009.

Keluhan juga tampaknya berkisar pada kebijakan luar negeri Iran dan pembelanjaannya untuk kelompok-kelompok di Suriah, Lebanon dan Gaza.

Protes tersebut dimulai di kota Masyhad, kota terbesar kedua di Iran pada tanggal 28 Desember sebelum menyebar ke kota-kota lain.

Baca Juga: 9 HARI AKSI DEMONSTRASI DI IRAN, 50 PEMROTES TEWAS

Gubernur provinsi di Mashhad timur laut tersebut mengatakan bahwa 85 persen tahanan telah dibebaskan setelah menandatangani sebuah janji untuk tidak menyinggung lagi.

Pihak berwenang Iran telah menuduh Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi terlibat dan mendalangi demonstrasi anti-pemerintah.

Pemerintah membatasi akses ke aplikasi media sosial Instagram dan Telegram sebagai tindakan pengamanan.

Pada tanggal 3 Januari, Jenderal Mohammad Ali Jafari, kepala Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), menyatakan “akhir dari penghasutan”.

Puluhan ribu juga ikut ambil bagian dalam demonstrasi pro-pemerintah untuk menunjukkan dukungan bagi kepemimpinan Iran.