Duniaekspress, 11 Januari 2018. – (IDLIB) – Rezim Suriah Bashar al Assad dan kelompok teroris Daesh atau dikenal dengan ISIS terus menyerang posisi Mujahidin di barat laut kota utara Idlib.

“Daesh telah merebut beberapa desa di provinsi Hama (selatan Idlib) dari oposisi bersenjata, termasuk Hayat Tahrir al-Sham, sebuah kelompok pejuang anti-rezim,” kata Mohamed Rashid, juru bicara kelompok Jaish al-Nasr, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (10/1/2018).

“Daesh dengan dukungan rezim Rusia, Iran dan Assad yang mencolok telah mencapai posisi di Idlib,” tambahnya.

Sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung ini, dia menambahkan, pasukan rezim baru saja mendekati bandara Abu al-Duhur sementara pasukan Daesh telah maju ke Hama timur laut.

Lebih lanjut Rashid mengatakan, dengan dukungan udara yang diberikan oleh Rusia, kemajuan ini telah berhasil mengurangi garis pertahanan oposisi.

Selama perundingan damai yang diadakan di ibukota Kazakhstan, Astana, pada 21 dan 22 Desember ditengahi oleh delegasi oposisi Turki, Rusia dan Iran, melaporkan bagaimana rezim Assad dan Daesh melakukan serangan yang terkoordinasi terhadap pasukan oposisi.

Baca Juga: BOM MOBIL SASAR MARKAS PEJUANG AJNAD AL KAVKAZ DI IDLIB

Turki, baru-baru ini mengatakan bahwa pasukan rezim Assad menargetkan oposisi moderat dengan alasan bahwa mereka memerangi kelompok teroris.

Kebijakan semacam itu, kata pejabat Turki akan mengancam dan melemahkan proses politik di Suriah.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meminta Iran dan Rusia untuk memenuhi tanggung jawab mereka sebagai “negara penjamin” proses politik Suriah.

Munculnya konflik dahsyat di Suriah yang dimulai pada tahun 2011 dimulai ketika rezim tersebut menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga. (IF)