MANTAN BROKER MINYAK ISIS UNGKAPKAN ADANYA KERJASAMA PERDAGANGAN ANTARA ISIS DENGAN REZIM.

duniaekspress 14 Januari 2018.

Di tengah para pengikut ISIS yang ngotot akan kafirnya bernegosiasi dengan kafir harbi,  bahkan mereka mencela dan memburukkan kelompok jihadis lain dengan klaim-klaim bernegosiasi atau membuat perjanjian kerjasama dengan kelompok atau negara sekuler,  tersibak bahwa kelompok ISIS ini justru telah lama bernegosiasi terhadap rezim dan Turki. Berikut kisahnya:

Abu Muhammad (bukan nama sebenarnya), 30 tahun, adalah militan ISIS yang berasal dari Mayadeen, Suriah timur. Ia masuk kelompok tersebut pada awal 2014. Sebelum masuk ISIS Abu Muhammad  adalah dosen ilmu komputer setelah lulus tahun 2008 jurusan IT di sebuah kampus di Deir Ezzor.

Abu Muhammad dipercaya sebagai broker perdagangan minyak oleh petinggi ISIS. Selain itu ia bertugas sebagai administrasi pembayaran gaji. “Saya biasa membawa tas penuh dolar AS setiap bulannya, jutaan dolar,” kata Abu Muhammad, berbicara kepada MEE di kota al-Babsyah tepat di sebelah selatan kota Gaziantep, Turki.

Pada awal 2014, serangan udara rezim Suriah di ladang minyak yang dikuasai IS /ISIS di Suriah timur semakin intensif, tampaknya sebagai strategi untuk menekan kelompok tersebut agar melepaskan ladang minyaknya atau menjualnya ke rezim. Selanjutnya, pemimpin IS yang bertanggung jawab atas ladang minyak al-Omar, Abu al-Khattab, memutuskan untuk memulai perundingan diam-diam dengan pejabat rezim Suriah untuk secara langsung memasok minyak mereka, menurut Abu Muhammad.

Menurut Abu Muhammad, yang mensponsori beberapa kesepakatan, kontainer pemerintah akan sampai di ladang minyak al-Omar, yang terbesar di Suriah, dengan sopir yang juga membawakan uangnya. Pengiriman minyak kemudian akan dikawal oleh militan IS sampai mencapai wilayah pemerintahan rezim Suriah.

“Setiap kontainer bernilai satu juta pound Suriah,” katanya.

“Kami biasa memanggil kontainer mereka sebagai “huut” yang berarti ‘paus’ dalam bahasa Arab, panggilan tersebut sesuai ukuran wadah kontainer tersebut.” kata Abu.
Walaupun klaim Abu Muhammad tidak dapat diverifikasi secara independen, namun identitas dan keanggotaan masa lalunya di ISIS dikonfirmasi oleh beberapa teman dan kerabatnya.
Pengiriman berlanjut selama hampir empat tahun, sampai akhirnya serangan udara lanjutan dari koalisi pimpinan AS menggeser IS pada bulan Oktober 2017.

broker minyak

Seorang penduduk Suriah sedang menyuling minyak mentah di pinggiran raqqah pada april 2013

Kesepakatan yang sama, menurut Abu Muhammad, juga diterapkan pada pelanggan lain, seperti Turki.

“Kami biasa menjual minyak ke Turki dengan harga pasar, dan pengiriman akan masuk ke perbatasan Turki dengan lancar,” kata Abu Muhammad.
Meskipun Turki telah membantah tuduhan keterlibatan pembelian minyak dari IS, Abu Muhammad mengatakan bahwa mereka tidak hanya membeli minyak dari kelompok tersebut, namun juga menutup mata terhadap IS yang menjual minyak kepada orang lain dan bahkan memfasilitasi ekspor minyak IS.
“Kami tidak pernah menghadapi masalah dari pasukan keamanan Turki,” kata Abu Muhammad.
“Mereka sebenarnya selalu kooperatif sama kita,” tambahnya.

Dia menekankan bahwa sebelum bergabung dengan IS, tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa suatu hari dia bisa menjadi pria berjanggut dan bersenjata yang mendiskusikan radikalisme.

Dan, katanya, bahkan setelah bergabung dengan IS, bukan dia yang menjadi dirinya, karena dia bersaksi bahwa banyak militan IS biasa merokok dan minum alkohol secara diam-diam.

“Mereka sebenarnya tidak ada urusan dengan ideologi IS,” katanya. Tapi karena IS mengambil alih kota-kota di Suriah timur pada tahun 2013, menjadi tidak mungkin bagi seseorang untuk mencari nafkah tanpa bekerja pada kelompok radikal tersebut, atau setidaknya memberi mereka upeti.
“Mereka seperti mafia dengan aturan mereka sendiri,” kata Abu Muhammad.

“Selama serangan udara koalisi AS dan Rusia, keadaan menjadi semakin buruk dalam hal pengeboran minyak dan penjualan ke rezim Suriah dan Turki,” kata Abu Muhammad.
Pada akhir 2015, setelah Turki menembak jatuh sebuah pesawat Rusia di atas wilayah udaranya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa tindakan Ankara ini dimotivasi oleh keinginan untuk melindungi perdagangan minyaknya dengan IS.

Dan seorang jenderal Rusia juga mengklaim bahwa angkatan udara Rusia telah menghancurkan sekitar 500 truk tanki yang membawa minyak dari IS ke pembeli luar, media Rusia melaporkan pada tahun 2015.

Turkey challenges Russia over IS oil trade claim

Tapi selama periode tersebut, pimpinan IS memiliki rencana B, menurut Abu Muhammad, mereka telah lama menggali terowongan antara Suriah dan Irak.

Dan ketika hari ketika mereka harus keluar dari ladang minyak di Suriah timur untuk selamanya, terowongan ini memfasilitasi gerakan mereka, terutama pada saat penargetan serangan udara berat.

Di kota asal Abu Muhammad di Suriah, al-Mayadeen, yang menjadi markas utama IS di Suriah setelah kelompok tersebut diusir dari markas Raqqa pada bulan September 2017, militan mundur dan menghilang ke padang gurun setelah beberapa hari pertempuran.
Banyak pejuang ISIS tinggal di bawah tanah untuk jangka waktu tertentu, dan yang lainnya bisa melintasi perbatasan atau bersembunyi di padang pasir sekitarnya, menurut Abu Muhammad.
Pada bulan Juni 2017, pemerintah Suriah, yang didukung oleh pasukan Rusia, melancarkan operasi besar-besaran terhadap ladang minyak al-Omar dan kota al-Mayadeen.

Namun selama serangan udara berat tersebut, AS melancarkan serangan ke kota tersebut, menangkap dua pemimpin IS, menurut Abu Muhammad.http://m.thebaghdadpost.com/en/Story/9695

Abu Muhammad mengatakan bahwa dia melihat sebuah helikopter Amerika mendarat di kota, dan menangkap orang-orang tersebut. Seorang kolonel tentara Irak mengatakan pada bulan April 2017 bahwa operasi tersebut telah diluncurkan dari wilayah Irak.

Seorang pejabat Amerika, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada MEE bahwa operasi semacam itu mungkin saja terjadi, tanpa menjelaskan lebih jauh.

Salah satu pemimpin yang ditangkap adalah orang Mesir dan yang lainnya adalah warga negara Denmark, kata Abu Muhammad.
Setelah menjadi sangat jelas bahwa IS akan bakal dengan cepat kehilangan kontrol di kota terakhir Suriah, dan wilayah yang tersisa menjadi sangat sempit, terutama bagi Abu Muhammad dan beberapa rekannya.

Menyadari bahwa mereka telah ditinggalkan di kota tersebut, sedangkan semua pemimpin kunci kelompok tersebut telah melarikan diri, maka mereka pun memutuskan sudah saatnya melarikan diri ke tempat yang aman.
Abu Muhammad dan 15 anggota IS lainnya pindah ke utara untuk menuju ke Turki.

Mereka membuat sebuah kesepakatan dengan seorang penyelundup dari Kurdi, katanya, masing-masing membayarnya 70.000 pound Suriah – setara dengan $ 136.

Penyelundup menyimpan mereka di sebuah safe house selama dua hari sebelum dia memindahkan mereka. Mereka disembunyikan di belakang truk penyelundup, mereka berangkat dari satu kota ke Syria yang lain, melewati berbagai pos pemeriksaan dengan selamat.

“Setiap kali kami berhenti di pos pemeriksaan, sopir akan berbicara dengan para petugas keamanan dan kemudian secara ajaib mereka membiarkan kami pergi,” kata Abu Muhammad.

Pengemudi berhasil melewati semua pos pemeriksaan sampai mereka mencapai al-Bab, tempat dimana Abu Muhammad bersembunyi selama beberapa minggu.

“Demikianlah cara bagaimana sebagian besar pemimpin IS melarikan diri dari Suriah,” kata Abu Muhammad.

“Seorang pemimpin IS bernama Abu al-Athir membayar $ 35.000 pada bulan lalu kepada brigade ‘al-Sharqiya’ (sebuah kelompok pemberontak Suriah yang berafiliasi dengan FSA) dan mereka merawatnya sampai dia tiba di Turki.”

(AZ dari MEE)

Baca juga,  DIDUKUNG REZIM ASAD, ISIS KUASAI BEBERAPA DESA DI IDLIB