BENDERA KEMENANGAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI BERKIBAR KECUALI MEREKA BERSATU

Duniaekspress, 15 januari 2018. – As-Sahaab, divisi penerangan Al-Qaidah pusat, kembali merilis buletin rutin mereka, An-Nafir. Di edisi yang ke-20 (Rabiuts Tsani 1439/ Januari 2018), An-Nafir kembali menegaskan bahwa pertengkaran dan perpecahan dapat menunda kemenangan bahkan menghapusnya, sementara berpegang teguh pada tali (agama) Allah secara totalitas merupakan kunci meraih kemenangan dan pemantik keberhasilan. Selain juga menyebutkan bahwa usaha untuk mempersatukan hati (orang-orang beriman) merupakan diantara bentuk ketaatan terbesar, nikmat yang paling agung, serta karunia yang paling utama.

Berikut terjemahan lengkapnya,

JIKA KALIAN MENOLONG (AGAMA) ALLAH MAKA DIA AKAN MENOLONG KALIAN DAN MENGOKOHKAN KEDUDUKAN KALIAN

 

Wahai tentara Islam! Wahai orang-orang beriman! Sungguh, kemarin Allah telah menunjukkan kepada kalian bagaimana pertengkaran dan perpecahan bisa melenyapkan kemenangan, mengakibatkan kelemahan, menyebabkan kegagalan, dan berjatuhannya beberapa desa dan wilayah (ke tangan musuh). “Dan janganlah kalian berselisih, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan kekuatanmu hilang” [QS. Al-Anfal: 46].

Pada hari ini, Dia memperlihatkan kepada kalian bagaimana berpegang teguh pada tali (agama) Allah secara totalitas merupakan kunci kemenangan dan pemantik keberhasilan. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur,  mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” [QS. Ash-Shaff: 4]

Penduduk Syam bukanlah berjumlah sedikit dan mereka juga bukan lemah. Hanya saja di antara sebab terbesar berkuasanya musuh atas mereka adalah perselisihan dan pertikaian di antara mereka. Bendera kemenangan tidak akan pernah berkibar kembali kecuali karena mereka bersatu demi memenangkan agama Allah di bawah panji mereka yang hanya menginginkan Allah, negeri akhirat, serta kemulian bagi umat Islam dan orang-orang Muslim.

Oleh itu, mereka yang menginginkan perbaikan dan para dai hendaknya berusaha semampu mereka untuk menyatukan barisan dan mempersatukan hati (umat Islam).  Syaikh Abu Yahya Al-Libi menasehati, “Bangunan para Jihadi tidak akan pernah kokoh dan barisan mereka tidak akan pernah teratur rapi utuh sebagaimana yang dikehendaki syariat, hingga mereka mampu merealisasikan nilai kecintaan yang berlandaskan keimanan (mahabbah imaniyyah), hati mereka saling berkoneksi antara yang satu dengan lainnya, dan mereka bisa menyingkirkan faktor apa pun yang dapat menghalangi hal itu …”

Kecintaan yang tersembunyi lagi suci ini berpengaruh besar dalam menghadirkan dan mempercepat kemenangan. Bagamana tidak? Karena hal itulah yang mampu menjadikan barisan para Jihadi  dicintai Allah ta’ala. Dari sini, di antara sifat Mukmin-Jihadi yang mendapat pertolongan yaitu “Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan (mereka) bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman, tetapi keras terhadap orang-orang kafir.” [QS. Al-Maidah: 54].

Usaha untuk mempersatukan hati (orang-orang beriman) merupakan di antara bentuk ketaatan terbesar, nikmat yang paling agung, serta karunia yang paling utama. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah lah yang telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.” [QS. Al-Anfal: 63].

 

Sumber: As-Sahab Telegram

 

Baca juga, JAISH BADIYAH SAYAP MILITER BARU AL-QAIDAH DI SURIYAH