PENGADILAN MESIR VONIS SYAIKH YUSUF AL QARDAWI SEUMUR HIDUP, VONIS DILAKUKAN SECARA IN ABSENTIA

Duniaekspress, 18 Januari 2018. – Pengadilan militer Mesir pada hari Rabu (17/1) menjatuhkan hukuman mati kepada delapan orang terpidana, termasuk empat orang in absentia, karena diduga terlibat dalam tindak kekerasan pada tahun 2015.

17 orang lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup di balik jeruji besi, termasuk seorang ulama cendikiawan Muslim terkemuka Syaikh Yusuf al Qardawi, yang bersama enam orang lainnya, diadili secara in absentia.

“Tindakan kekerasan yang dituduhkan tersebut termasuk pembunuhan seorang petugas polisi di Kairo,” kata sumber pengadilan yang enggan disebutkan identitasnya seperti yang dikutip Anadolu Agency.

Syaikh Yusuf Al Qardawi, ketua Persatuan Cendikiawan Muslim Internasional yang bermarkas di Doha, dilaporkan didakwa dengan “hasutan untuk membunuh”, “menyebarkan berita palsu” dan “merusak properti publik”. tambahnya.

Dua puluh enam terdakwa dalam kasus yang sama dibebaskan, termasuk empat anggota senior kelompok Ikhwanul Muslimin yang dilarang di Mesir.

Baca Juga: LIGA ARAB MASUKAN IUMS SEBAGAI ORGANISASI TEROR

Mesir telah digoncang oleh kekerasan sejak pertengahan 2013, ketika Muhammad Mursi, presiden terpilih pertama yang terpilih secara bebas dan merupakan pemimpin Ikhwanul Muslimin digulingkan dan dipenjarakan dalam sebuah kudeta militer berdarah yang dipimpin jendral Al-sisi.

Liga Arab sebut IUMS organisasi teroris

Tahun lalu sebuah blok Arab minus Qatar yang terdiri dari Saudi Arabiyah, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain, mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan dua entitas dan 11 individu ke dalam daftar terorisnya.

Penambahan tersebut mencakup dua LSM yang bermarkas di Doha yakni Dewan Islam Internasional dan Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) yang dipimpin oleh ulama terkemuka Mesir Sheikh Yusuf al Qardawi.

Keempat negara tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa entitas yang ditambahkan ke dalam daftar tersebut merupakan “organisasi teroris yang bekerja untuk mempromosikan terorisme melalui eksploitasi wacana Islam, yang mereka gunakan sebagai penutup untuk melakukan berbagai aktivitas teroris”.

DR Yusuf Al Qardawi sekarang berumur 91 tahun dan berada di Qatar.  Anak dan menantu beliau juga menjadi terdakwa oleh rezim militer di Mesir sekarang.

(IF)