Duniaekspress, 20 Januari 2018. – Untuk Jumat ketujuh berturut-turut, bentrokan meletus antara pemuda Palestina dan tentara Israel di perbatasan Gaza-Israel.

Bentrokan tersebut terjadi di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung untuk menentang keputusan yang diambil oleh Amerika Serikat bulan lalu yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Bentrokan Jumat terjadi terutama di dekat perbatasan Gaza-Israel di sebelah timur kota Khan Yunis di Gaza.

Puluhan pemuda Palestina melemparkan batu ke tentara Israel yang ditempatkan di sisi lain perbatasan, sementara militer Israel menanggapi pelemparan demonstran Palestina dengan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam.

Faksi-faksi politik Palestina minggu ini memperbarui seruan untuk mengorganisir demonstrasi di Tepi Barat dan Gaza untuk mengutuk keputusan kontroversial yang diambil oleh Washington.

Pada 6 Desember, Presiden A.S. Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, keputusan tersebut memicu gelombang protes di wilayah Palestina yang menewaskan setidaknya 16 orang Palestina.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel sejak 1967 pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.

Baca Juga: BAKU TEMBAK DI JENIN, 2 ZIONIS ISRAEL TERLUKA

sebelumnya, sumber-sumber media Zionis mengatakan bahwa seorang pejuang Palestina gugur dan seorang lainnya terluka dalam baku senjata dengan pasukan khusus penjajah Zionis di kota Jenin, wilayah utara Tepi Barat.

Pasukan Zionis mengklaim bahwa keduanya adalah pelaku serangan di Nablus yang menewaskan seorang warga Israel pekan lalu.

Sementara itu sumber-sumber Palestina mengatakan, seorang pemuda Palestina gugur dan seorang lagi terluka parah dalam baku tembak yang juga menyebabkan dua serdadu penjajah Zionis terluka, salah satunya dalam keadaan luka parah.

Sejumlah sumber menyebutkan, perjuang Palestina yang gugur adalah Ahmad Nashr Jarat berusia 22 tahun, dituduh pasukan penjajah Zionis sebagai pemimpin sel yang melakukan aksi serangan di Nablus. (fan)