TERORISME BUKAN LAGI ANCAMAN UTAMA AMERIKA,  KATA MENHAN AS JAMES MATTIS.

duniaekspress 21 Januari 2018.

Amerika Serikat tidak lagi fokus membidik terorisme, meski ini bukan berarti menghentikan perlawanan terhadap kelompok ISIS, Alqaidah, Taliban, dan semisalnya. Namun Pentagon kini mulai merubah prioritas perlawanannya dari perang terhadap teror bergeser ke arah Cina, Rusia, korea utara dan Iran.

Strategi baru ini diketahui dari pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis dengan judul ‘strategi pertahanan 2018’ di The Johns Hopkins University School of Advanced International Studies pada hari Sabtu (20/1/2018) waktu setempat . Ia mengatakan bahwa melawan militer Cina yang berkembang pesat dan Rusia yang semakin agresif sekarang menjadi fokus utama keamanan nasional Amerika, melampaui ancaman terorisme.

Selama hampir dua dekade ini semenjak peristiwa 9/11 militer Amerika fokus pada memerangi terorisme dengan kampanye konter teror di Afghanistan,Irak dan Suriah. Tahun 2015 militer Amerika menghabiskan dana hampir 600 milyar dolar untuk belanja militernya dan puncaknya pada 2011 dengan nilai hampir 711 milyar dolar AS.

Ia mengatakan akan membangun sebuah kekuatan menghadapi kekuatan militer yang mulai mapan dan baru yang muncul di Moskow dan Beijing, dan musuh-musuh AS seperti Korea Utara dan Iran, dan ini memerlukan peningkatan investasi. Semua ini untuk membuat militer mereka lebih mematikan, gesit dan siap berperang.

Menurutnya peningkatan militer musuh-musuh tersebut telah mengancam keunggulan militer Amerika di seluruh dunia.
amerika akan memotong biaya perawatan dan sipil. “kami banyak melakukan operasi intelijen di seluruh dunia, dan ini menyita banyak dana, hal seperti ini akan dihentikan”, kata Mattis.

Dengan demikian amerika akan fokus untuk melawan kepentingan Cina, Rusia, Iran dan korea utara sambil meningkatkan kemampuan militernya. Maka semestinya kita mengambil manfaat dari perubahan strategi Amerika ini untuk mencapai kemajuan yang lebih baik di berbagai medan jihad terutama di Suriah yang rumit dan multiarah, dimana berbagai kepentingan negara-negara besar tarik menarik di sana. Apalagi kekuatan mujahidin secara materi masih rendah, maka jurus kekuatan perpolitikan ulung menjadi penting jika tidak ingin bernasib sama seperti IS/ISIS.

(SS dan AZ)

PASUKAN UDARA RUSIA GEMPUR PEMUKIMAN DI IDLIB