Duniaekspress, 23 Januari 2018. – Menurut media Turki Anadolu melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Suriah (FSA), yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, pada hari Selasa (23/1/2018) berhasil menguasai sebuah desa strategis dan dua bukit di Afrin, Suriah.

Desa Hammam, di Jindaras di wilayah barat laut Afrin, berada di lokasi yang strategis, karena para teroris PYD / PKK telah menggunakannya untuk menyerang distrik selatan Turki Reyhanli di provinsi Hatay.

Desa ini juga terletak di lembah yang membentang antara perbatasan Turki dan kota Afrin.

Baca Juga: TURKI GANDENG FSA HAJAR MILISI KURDI

Sebelumnya diberitakan, Turki telah memobilisasi ribuan pejuang Free Suriah Army (FSA) ke sebuah provinsi perbatasan dengan Suriah, sebagai bagian dari serangan terencana terhadap pejuang Kurdi.

Pejuang FSA yang didukung Ankara melakukan konvoi besar, diperkirakan 20 bus tergabung dalam rombongan tersebut dari provinsi Kilis sampai provinsi selatan Hatay.

Diperkirakan sebanyak 15.000 pejuang FSA juga dimobilisasi di sebelah timur Afrin, sebuah kota perbatasan Suriah, sebagai bagian dari operasi tersebut.

Turki pada hari Sabtu meluncurkan Operation Olive Branch untuk memindahkan teroris PYD / PKK dan Daesh (ISIS, red) dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut sedang dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan Piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, katanya.

Pihak militer juga mengatakan “yang paling penting” diajukan agar tidak merugikan warga sipil.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD / PKK sejak Juli 2012 ketika rezim Bashar al-Assad di Suriah meninggalkan kota tersebut ke kelompok teror tanpa melakukan perlawanan.(IF).