Duniaekspress, 23 Januari 2018. – Suriah Civil Defense yang kerap disebut White Helmets melaporkan, rezim Assad menyerang sebuah daerah pemukiman Damaskus dengan gas klorin pada hari Senin (22/1).

“Sedikitnya 21 warga sipil, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan tersebut, yang menyasar kota Duma di wilayah Ghouta Timur,” lapor White Helmets, seperti yang dikutip Anadolu Agency, Senin (22/1/2018).

“Yang terluka dibawa ke sebuah pusat kesehatan di wilayah tersebut,” tambannya

Sementara itu, artileri dan serangan udara rezim menargetkan kota-kota di Gharika Timur di kota Harasta dan Duma serta kota Arbin dan Marj, menurut koresponden Agency Anadolu di wilayah tersebut.

Seorang warga sipil tewas dalam serangan udara di Arbin, sementara tim pertahanan sipil bergegas ke daerah yang diserang untuk menyelamatkan korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga: HINDARI HUJAN BOM REZIM ASSAD, PULUHAN WARGA TINGGAL DIBAWAH TANAH

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur telah dikepung selama lima tahun, dan akses kemanusiaan ke kota telah benar-benar terputus. Ratusan orang sangat membutuhkan perhatian medis.

Dalam delapan bulan terakhir, rezim Bashar al-Assad telah mengintensifkan pengepungan Ghouta Timur, sehingga hampir tidak mungkin membawa makanan atau obat ke distrik tersebut dan menyebabkan ratusan pasien medis membutuhkan perawatan.

Khususnya, distrik tersebut berada dalam jaringan zona de-eskalasi yang didukung oleh Turki, Rusia dan Iran di mana tindakan agresi dilarang secara eksplisit.

Suriah baru saja mulai muncul dari perang sipil yang merusak yang dimulai pada awal tahun 2011, ketika rezim Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.