STRATEGI BARU AMERIKA FOKUS MELAWAN RUSIA DAN CINA

Duniaekspress, 24 Januari 2018. – Amerika Serikat harus membangun militernya lebih kuat lagi untuk mempersiapkan kemungkinan konflik dengan Rusia dan China, itulah strategi baru Pentagon yang diumumkan pada hari Jum’at (19/1) oleh Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis.

Mattis menggambarkan strategi tersebut sudah sesuai dengan analisa lingkungan keamanan AS terkait posisi Amerika di dunia. Ia menambahkan bahwa strategi tersebut berdasarkan pijakan dasar bahwa Amerika akan mampu bersaing di dunia.

Strategi baru ini menyangkut berbagai isu, termasuk operasi di Afghanistan dan kebutuhan untuk melawan “negara nakal” seperti Korea Utara. Strategi tersebut juga memastikan bahwa Amerika Serikat tetap berada di depan dalam persaingan dengan kekuatan dunia lainnya. Ini menandai pergeseran dari pendekatan pemerintahan Obama, yang memberi penekanan lebih besar pada terorisme.

“Kami akan terus melakukan kampanye melawan teroris, tapi pesaing dengan kekuatan besar – bukan terorisme – sekarang menjadi fokus utama keamanan nasional AS,” kata Mattis dalam sebuah pidato di Sekolah Tinggi Internasional John Hopkins University of Advanced International Studies.

“Strategi ini sesuai dengan zaman kita, orang-orang Amerika membutuhkan militer untuk melindungi jalan hidup kita, berdiri dengan sekutu kita dan memenuhi tanggung jawab kita untuk menyebarkan kebebasan yang kita nikmati hari ini pada generasi penerus.”

Dokumen baru tersebut tidak menyebutkan perubahan iklim sebagai ancaman, seperti yang biasanya dilakukan oleh pemerintahan Obama. Wakil Menteri Pertahanan, Patrick Shanahan bulan lalu mengatakan bahwa Pentagon berfokus pada prioritas lain. Mattis telah menyatakan bahwa departemen tersebut harus bersiap menghadapi perubahan iklim, sementara Presiden Trump berulang kali menyatakan skeptis bahwa hal itu ada.

Menteri pertahanan juga menekankan ke anggota parlemen bahwa militer membutuhkan Kongres untuk “kembali ke kursi pengemudi” dan membuat keputusan anggaran.

“Sudah lama kami meminta militer kami untuk tetap membawa ‘kesuksesan dengan biaya terbatas, karena mereka bekerja tanpa lelah untuk menyelesaikan misi tersebut dengan sumber daya yang tidak memadai dan tidak sejajar hanya karena Kongres tidak dapat mempertahankan ketertiban reguler,” kata Mattis. “Kami mengharapkan para pria dan wanita luar biasa dari militer kita untuk setia melayani mereka, bahkan saat melakukan kesalahan. Kita harus tetap setia kepada mereka yang secara sukarela menandatangani cek kosong kepada rakyat Amerika, yang harus dibayar dengan kehidupan mereka.”

“Saya optimis bahwa Kongres akan melakukan hal yang benar dan melaksanakan tanggung jawab mereka,” Mattis menambahkan. “Saya mungkin berada di pihak minoritas di ruangan ini, ketika saya mengatakannya, tapi saya adalah orang yang selalu optimis.”

Ketika seorang siswa Johns Hopkins mengajukan pertanyaan apakah penurunan anggaran akan berdampak serius pada operasi militer, Mattis menjawab terus terang, “Ya.”

Mattis menambahkan bahwa kegiatan pemeliharaan mungkin akan cukup banyak yang “ditutup,” dan sekitar 50 persen tenaga kerja sipil Departemen Pertahanan akan dirumahkan. Beberapa operasi intelijen di luar negeri juga akan berhenti, katanya, tanpa merinci.

Sebuah memo Departemen Pertahanan yang didistribusikan pada hari Jumat mengatakan tentara AS tidak akan dibayar namun akan tetap bekerja meskipun beberapa pelatihan dihentikan. Tenaga kerja sipil Departemen Pertahanan yang mendukung tugas yang dianggap penting juga akan bekerja tanpa dibayar.

Strategi Pertahanan Nasional yang baru menilai Amerika Serikat harus melakukan investasi finansial yang berkelanjutan di militer untuk mengatasi kekurangan dana. Strategi tersebut dibentuk setelah bertahun-tahun para pemimpin militer senior frustrasi karena armada pesawat, kendaraan dan kapal Pentagon telah usang dalam peperangan yang tampaknya tak berujung.

Sebuah rangkuman dokumen strategi setebal 11 halaman menunjukkan bahwa mereka menyerukan untuk membangun militer yang lebih besar dan lebih lincah, memperkuat aliansi militer dari Timur Tengah ke Asia dan mereformasi program akuisisi Pentagon untuk menyediakan peralatan senjata lebih cepat, serja dilakukan upgrade sesuai kebutuhan. Strategi tersebut juga mendukung beberapa pilihan yang telah lama dipertimbangkan, termasuk mempersiapkan pasukan AS untuk bertarung dari basis yang lebih kecil dan tersebar, berinvestasi pada peralatan robotik yang bertindak secara independen, dan memodernisasi senjata nuklir dan pertahanan rudal.

“Bagi mereka yang akan mengancam demokrasi Amerika: Jika Anda menantang kami, ini akan menjadi hari terpanjang dan terburuk Anda,” katanya.

Dokumen tersebut kemungkinan akan disambut dengan hangat oleh mereka yang tertarik untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk militer dan sebaliknya skeptis oleh mereka yang mencatat bahwa Pentagon sering mengajukan dokumen yang menguraikan strategi baru, tapi kemudian diabaikan. Pejabat senior Pentagon menrancangnya sebagai cetak biru yang akan digunakan Mattis untuk menuntut perubahan.

Elbridge Colby, asisten menteri pertahanan untuk strategi dan pengembangan kekuatan, mengatakan kepada wartawan. “Saya bisa menjamin bahwa ini terkait dengan upaya penerapan besar yang sudah mulai berbuah, dan akan terus berlanjut.”

Ditanya apakah ia bisa memberikan contoh usaha yang sudah bergeser atau berubah, Colby mengatakan dirinya tidak berpikir begitu.

Dokumen rahasia tersebut diamanatkan oleh Kongres dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan 2017, yang meminta menteri pertahanan untuk mempresentasikan strategi pertahanan nasional baru di tahun setelah sebuah pemilihan presiden.

Strategi pertahanan baru tersebut disusun bersamaan dengan strategi keamanan nasional Trump yang dirilis pada bulan Desember lalu, yang mencerminkan visi presiden mengenai “perdamaian dengan kekuatan,” kata Colby. Mattis memiliki peran dalam pembuatan keduanya.

Colby mengatakan meskipun penekanan lebih pada persaingan dengan China dan Rusia, Amerika Serikat akan terus mencari cara untuk bekerja sama dengan mereka.

“Ini bukan sebuah konfrontasi,” kata Colby. “Ini adalah strategi yang mengenali realitas persaingan dan pentingnya ‘pagar yang baik’” (SM)

 

Sumber: www.washingtonpost.com

 

Baca juga, MEMETAKAN LOKASI PERANG TERHADAP TEROR AMERIKA