Duniaekspress, 25 Januari 2018. – Tiga orang tewas dalam serangan bom mobil dan serangan senjata ke kantor organisasi non-pemerintah, Save the Children, di Afghanistan timur.

Dua penjaga keamanan dan satu warga sipil tewas dan setidaknya 25 lainnya luka-luka ketika seorang penyerang bunuh diri meledakkan sebuah bom mobil di luar markas besar badan amal internasional di Jalalabad pada hari Rabu (24/1/2018) pagi.

Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui situs resmi kelompok mereka Amaq, yang menggambarkan target tersebut sebagai “institusi Inggris dan Swedia”.

Al Jazeera Jennifer Glasse, melaporkan dari Kabul, mengatakan bahwa 47 orang diselamatkan dari gedung perkantoran setelah pasukan keamanan Afghanistan dan kelompok penyerang saling baku tembak selama lebih dari delapan jam.

“Hari yang mengerikan bagi mereka, lebih dari delapan setengah jam terjebak di dalam bangunan itu bersama penyerangnya. Mereka telah diselamatkan,” katanya.

Baca Juga: SERANG HOTEL, THALIBAN: TIDAK ADA SOLUSI DAMAI KECUALI TENTARA INTERNASIONAL TINGGALKAN AFGHANISTAN

Save the Children mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan operasinya di Afghanistan sampai aman untuk melanjutkan pekerjaan.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok bantuan anak tersebut mengkonfirmasi bahwa tiga dari anggota stafnya terbunuh.

“Save the Children mengutuk keras serangan ini,” katanya.

“Kami terkejut dan terkejut dengan kekerasan tersebut, yang dilakukan terhadap staf kami di Afghanistan yang mendedikasikan kemanusiaan, berkomitmen untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan jutaan anak di seluruh negeri.”

Serangan Jalalabad terjadi beberapa hari setelah sedikitnya 18 warga sipil terbunuh dan 22 lainnya luka-luka dalam sebuah serangan di Hotel Intercontinental di Kabul. (fan)