Duniaekspress, 25 Januari 2018. – Persatuan Kelompok Yahudi menyerukan untuk menyerbu Masjidil Aqsha Kamis pagi. Seruan ini bersamaan dengan serbuan puluhan ekstrimis yahudi pada Rabu (24/1) pagi melalui gerbang Maghoribah dengan pengawalan ketat aparat kepolisian khusus Israel.

Serbuan darurat besok dengan dalih sebagai respon atas penghinaan yang dilakukan kaum muslimin dan pihak keamanan Masjidil Aqsha yang mengusir geng yahudi yang melakukan ritual Talmud pekan lalu di masjid.

Seruan juga mengagendakan untuk melakukan ritual di dalam kawasan al-Aqsha dan mengagungkan nama Tuhan saat menyerbu kamis besok, ungkap geng yahudi.

Firas al Dabs penanggung jawab umum wakaf Islam mengatakan, kepolisian Israel menutup gerbang Maghoribah pukul 10:30 pagi, usai serbuan 43 ekstrimis yahudi di halaman al-Aqsha.

“Para penyerbu berkeliling sambil melakukan provokasi di halaman Masjidil Aqsha, dan menyampaikan penjelasan tentang kuil mitos, serta ritual Talmud di masjid,” Kata Dabs, seperti yang dikutip Pusat Informasi Palestina, Rabu (24/1/2018).

Sementara itu pasukan Israel membuka gerbang Maghoribah jam 7 pagi, dan menyebarkan personil khususnya bersama pasukan reaksi cepat di halaman al-Aqsha dan di gerbang Maghoribah, serta memberikan pengawalan kepada geng yahudi saat berkeliling di masjid.

Baca Juga: ISRAEL TANGKAP SYAIKH KAMAL AL KHATIB

Di saat yang sama, pasukan Israel mempersempit kesempatan kaum muslimin yang hadir ke al-Aqsha, menahan identitas mereka di pintu gerbang, terutama para wanita dan memperketat pemeriksaan mereka.

Warga al-Quds dan Palestina bersiaga sejak pagi, mereka terbagi dalam kelompok belajar dan membaca al-Quran, dan meneriakan takbir menghadapi serbuan kaum yahudi yang dilakukan terus-menerus.

Masjidil Aqsha hampir setiap hari selain Jumat dan Sabtu, menjadi sasaran serbuan dan pelanggaran yang dilakukan kaum yahudi dan kepolisian Israel. Mereka bertujuan merealisir pembagian Masjidil Aqsha secara waktu dan tempat, serbuan kaum yahudi makin besar saat hari raya yahudi, yang memicu emosi kalangan Palestina. (IF)