Memahami Persatuan Amal dan Isu di Lapangan lainnya

Duniaekspress, 24 Januari 2018. – Alhamdulillah dalam waktu dekat telah terbentuk beberapa Ruang Operasi Mujahidin. Terjadilah Persatuan yang sangat diharapkan dan didambakan oleh Kaum Muslimin dan Mujahidin pada khususnya, di wilayah Idlib dan Hama.

Meski tidak dalam satu Ghurfah Amaliyat yang ‘tetap’ tetapi mereka dalam satu satu Ghurfah ‘Musytarikat’ yakni Persatuan dalam amal di lapangan.

Dimana Mujahidin dari seluruh fraksi turun di seluruh lini pertempuran.
Dan dibagilah Mihwar (titik) dan Ghurfah Amaliyah, meliputi

a. Ruang Operasi 1
Jaisy Izzah, Ahrar Syam, Jaisy Ahrar (bukan Ahrar Syam, Amir oleh Sholeh Thohan), Zanki

b. Ruang Operasi 2
Faylaq Syam, Jaisy Nasr, Jaisy Idlib Hurr, Jaisy Tsani, Jaisy Nukhbah

c. Ruang Operasi 3
Khusus dipegang oleh Mujahidin dari Hizbul Islam Turkistan

d. Ruang Operasi 4
Dipegang oleh Haiah Tahrir Syam

Dan juga tergabung di dalamnya Majmuah-Majmuah kecil dari Mujahidin yang tidak disebutkan.

Alhamdulillah meski tidak dalam Satu Komando Utama tetapi Para Mujahidin dari berbagai Fraksi telah membagi kantong-kantong pertempuran mereka.

Usaha Pemecah belahan Persatuan Amal Mujahidin ini Namun, Subhanalloh, Inilah sunnatulloh.. Dalam persatuan Amal mujahidin yang berbarokah ini..
Mulai terhembus kembali isu dan kabar-kabar tidak bertanggungjawab dari para Munafikin dan orang-orang yang duduk. Mereka hembuskan isu-isu busuk, perpecahan lagi ashobiyah atas tiap fraksi. Merasa diri mereka dan Fraksi merekalah yang memiliki jasa terbesar dari pertempuran ini. Alloh musta’an.

Foto Ahmad Fursan.

mujahidin sedang berdo’a dan persiapan dalam ribath

Bahkan secara mengejutkan muncul ‘Ulama’ dan ‘Syaikh’ di layar-layar media sosial mengeluarkan perkataan yang menyudutkan salah satu Fraksi Mujahidin (HTS yang dimaksud). Seolah benci atas Persatuan Amal ini.

Mereka dengan jubah suci nan bersih lagi jauh dari lapangan (medan jihad lagi ribath). Bahkan sebagian besar mereka berada di luar Suriah. Memberikan pernyataan yang buruk lagi mengandung kebencian, dengan mengatakan bahwa Mujahidin dari Fraksi itu telah berkhianat dengan menjual Idlib dan mereka tidak mau turun dalam pertempuran.

Padahal dia tidak melihat dimana sekarang dia berada. Apakah dia berada di Parit-Parit Pertahanan Umat ataukah hanya duduk di tempat yang nyaman dan dalam kondisi aman lagi kenyang. Dan tidak memahami kemana wala dan bara dia berikan.

Dia tidak mengetahui mengenai pembagian Ruang Operasi dari Mujahidin di Lapangan.
Lagi tidak memahami Kondisi haqiqi di lapangan.

Di sisi lain, ada juga Mereka yang ikut latah dalam berbicara dan mengambil kabar. Mereka menyampaikan isu yang dihembuskan oleh para Munafikin dan para Pengkhianat Umat tanpa mengetahui kebenaran di lapangan.

Sehingga dengannya tersesatlah sebagian Kaum Muslimin awam oleh kepandaian mengolah kata mereka.

Banyak jenis isu yang dilemparkan oleh para Munafikin demi melemahkan Mujahidin dan Persatuan Amal ini.

Bahkan juga mereka, dari orang-orang yang membenci persatuan Para Mujahidin ini, mulai menebarkan fitnah, adu domba bahkan sikap ashobiyah atas Fraksi dan golongan mereka.

Hal ini memanglah sudah menjadi sunatulloh, bahkan telah terjadi di Zaman Rosululloh saw. Yang mana Alloh telah kabarkan

{وَلأوْضَعُوا خِلالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ}

Dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisan kalian untuk mengadakan kekacauan di antara kalian. (At-Taubah: 47)

Yaitu niscaya mereka bersegera berangkat dan berjalan di antara kalian sambil mengadu domba, dan menyebarkan permusuhan dan fitnah.

{وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ}

sedangkan di antara kalian ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. (At-Taubah: 47)

Maksudnya, terdapat orang-orang yang taat kepada mereka dan menganggap baik perkataan dan cerita mereka, serta menganggap mereka sebagai pemberi nasihat, sekalipun orang-orang tersebut tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dari mereka. Sehingga hal itu berakibat terjadinya keburukan di kalangan kaum mukmin dan kerusakan yang besar.

{لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوا لَكَ الأمُورَ حَتَّى جَاءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ (48) }

Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur berbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya. (QS. At Tawbah: 48)

———————-
Oleh karena itu Ya ikhwah.. Mari kita pahami bahwa Kemenangan ini tidak mungkin terjadi kecuali atas Pertolongan Alloh.

Dan persatuan ini meski belum sempurna tapi menjadi sedikit pelega dada Kaum Muslimin.

Ya ikhwah.. Sedikit nasehat untuk diri dan kita semua.
Untuk berhati-hatilah dalam mengambil sebuah kabar dan berita.

Janganlah kita pada hari ini, jika tidak sanggup menjadi Mujahidin yang turun di parit-parit pertempuran. Malah menjadi penggembos, pencela mujahidin bahkan pemecah belah persatuan mereka.

Terus telitilah dalam mencari kabar.. Dan janganlah kita menjadikan diri sebagai corong dari isu-isu dusta yang tidak tau berhembus dari mana. Apakah itu berasal dari mereka yang jauh dr lapangan ataukah dari mereka yang mencukupkan diri dengan duduk dan berkomentar atas mujahidin dan pekerjaan mereka.

Atau isu dari para Munafikin dan Pengkhianat yang sangat membenci dan merasa pusing atas kabar-kabar kebaikan bagi Mujahidin, seperti kemenangan, persatuan barisan maupun ketsabatan di medan ribat dan pertempuran.

wallohu a’lam…

sumber : Ahmad fursan, di Maktab Ilami Suriah.

baca juga, BOM ISTISYAD MENGHACURKAN MENTAL PARA PENYERANG DI ABU DHUHUR