Duniaekspress, 25 Januari 2018. – Mirza Zulkarnaen anggota bantuan hukum FPI menilai gambar yang dishare dimedia sosial oleh Ketua MUI Jagakarsa KH Sulaiman Rohimin, bukan bermaksud untuk menyebarkan kebencian, justru menurut Mirza mengatakan gambar itu semata-mata ditujukan untuk mengingatkan kader muda Nahdhatul Ulama (NU) untuk kembali ke khittah.

“Bukan untuk ujaran kebencian, untuk mengingatkan kepada kader NU untuk kembali kepada khittah 1926. Bagaimana ketika itu NU didirikan untuk menjaga para ulama,” kata Mirza didepan Polres Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2018).

“Kan pada bulan-bulan tersebut ada tuh pengusiran ini, pengusiran itu, Kyai Sulaiman ini mengingatkan kembali kepada kader-kader muda NU untuk kembali ke khittah itu aja,” tambahnya

Baca Juga: KETUA MUI JAGAKARSA PENUHI PANGGILAN POLISI

Dalam kesempatan yang sama, Kyai Sulaiman mengatakan pemeriksaan hari ini hanya untuk mengklarifikasi terkait konten yang ada di akun media sosialnya. Dia menyebut ada kesalahpahaman antara pelapor dengan dirinya soal gambar Banser yang tersebar di medsos.

“Karena ada gambar yang kira-kira itu salah paham. Yang itu menurut pihak pengurus Ansor perlu klarifikasi. Kita sudah selesaikan klarifikasi dan tujuan saya kirim sudah saya jelaskan. Kita ini kembali khittah 26, NU itu memberikan amar maruf nahi munkar,” ujarnya.

Selama hampir 4 jam diperiksa Kyai Sulaiman meninggal Polres Jakarta Selatan dengan pekikan Takbir dari para warga dan berbagai organisasi ummat Islam yang sejak pagi hadir untuk mengawal pemeriksaan. (IF)