Duniaekspress, 25 Januari 2018. – Lembaga Kemanusiaan Suriah yang sering disebut White Helmets melaporkan, lebih dari 200 warga sipil terbunuh dalam serangan oleh rezim Assad di distrik Ghouta Timur yang dikepung Suriah sejak 29 Desember.

“White Helmets mengatakan bahwa serangan mortir dan roket rezim di daerah Kafr Batna, Beit Sawa dan Irbin telah menyebabkan setidaknya 216 orang tewas, termasuk 35 wanita dan 53 anak-anak,” kata lembaga kemanusiaan tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu (24/1/2018).

Baca Juga: HINDARI HUJAN BOM REZIM ASSAD, PULUHAN WARGA TINGGAL DI BAWAH TANAH

Dalam sebuah laporan tahunan yang baru dirilis, Helm Putih menuduh bahwa sebanyak 1.337 warga sipil telah terbunuh di Ghouta Timur pada tahun 2017 karena serangan yang terus berlanjut oleh pasukan rezim.

Untuk hindari serangan bom yang intensif dari rezim Assad, puluhan keluarga di kota Harasta telah tinggal di tempat penampungan selama 26 hari.

Anak-anak tidak mendapatkan pendidikan dan semua sekolah berhenti berfungsi karena situasi yang memburuk, sedangkan beberapa keluarga menderita kondisi kesehatan yang buruk karena kurang pencahayaan, air dan listrik yang baik.

Untuk melarikan diri dari kematian, warga Harasta di Ghouta Timur tinggal di tempat penampungan. Tempat penampungan adalah ruang bawah tanah yang dirancang di bagian bawah bangunan tempat tinggal untuk mempertahankan kehidupan mereka. Ruang bawah tanah ini tidak dilengkapi dengan listrik agar terhindar dari sasaran bom rezim.

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur, pinggiran kota Damaskus, tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir. (IF)