Duniaekspress, 26 Januari 2018. – Koalisi Lembaga Kemanusiaan secara resmi memasukan Jalur Gaza sebagai “zona bencana”. Pernyataan tersebut disampaikan kordinator Charity Coalition sebuah payung organisasi untuk kelompok amal Islam dalam konferensi pers di Kota Gaza, Kamis (25/1/2018).

“Kami oleh karena itu mengumumkan peluncuran Inisiatif Safe Gaza dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan dasar dua juta penduduk Gaza,” kata koordinator koalisi Ahmad al-Kurd dalam konferensi pers di Kota Gaza, seperti yang dikutip pada laman Anadolu Agency.

Al-Kurd meminta badan bantuan Arab dan Muslim, bersama dengan organisasi bantuan internasional untuk segera melakukan langkah-langkah yang ditujukan untuk menyelamatkan warga Gaza dari kondisi yang terus memburuk yang mereka hadapi.

Sejak 2007, Jalur Gaza mengerang di bawah blokade Israel-Mesir yang melumpuhkan yang terus mencabut penduduknya dari banyak komoditas penting, termasuk makanan, bahan bakar, obat-obatan dan bahan bangunan.

Menurut al-Kurd, sekitar 80 persen penduduk Jalur Gaza sekarang hidup dalam kemiskinan sebagai akibat langsung dari embargo yang sedang berlangsung.

Baca Juga: FREEDOM FLOTILLA AKAN GELAR AKSI CABUT BLOCKADE GAZA

Pascapernyataan Presiden Amerika Serikat tentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, blokade terhadap Gaza semakin diperketat. Seluruh pintu perbatasan keluar Gaza ditutup, termasuk di wilayah Mesir yang biasanya diperuntukkan bagi jalur keluar masuknya pasien dan untuk membeli berbagai kebutuhan penduduk Gaza.

Memanasnya situasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza akibat pernyataan Presiden AS semakin memperburuk krisis kemanusiaan di sana. Suara senjata dan bom kembali terdengar di Palestina. (IF)