Duniaekspress, 29 Januari 2018. – Media Iran mengabarkan, tiga personel pasukan elit Garda Revolusioner Iran tewas dalam bentrokan dengan kelompok yang diduga Daesh (ISIS, red) di wilayah barat Iran pada hari Sabtu (27/1/2018).

Kantor berita Tasnim Iran melaporkan bahwa Brigadir Jenderal dan Komandan Korps Garda Revolusi elit Iran, Mohammad Pakpour mengatakan bahwa bentrokan dengan 21 anggota Daesh dimulai pada pagi hari dekat dengan kota Najaf di barat.

Pakpour, yang tidak mengatakan di mana bentrokan tersebut terjadi dengan tegas menyatakan bahwa tiga dari pejuang Garda Revolusioner terbunuh.

Komandan mengatakan bahwa mereka telah mengikuti para teroris selama beberapa hari.

Pakpour mengatakan bahwa 16 anggota Daesh ditangkap, dua melarikan diri dan satu lagi teroris terbunuh.

Sementara itu situs resmi Garda Revolusi, Sepahnews, mengutip komandan pasukan darat, Jenderal Mohammad Pakpour, mengatakan 16 anggota ISIS ditangkap dan beberapa lainnya tewas dalam bentrokan di Provinsi Fars.

“Teroris ingin melakukan serangan di kota-kota perbatasan dan di pusat wilayah Iran,” kata Pakpour menambahkan, seperti dikutip kantor berita AFP.

Sepahnews sebelumnya melaporkan bahwa militan ISIS telah menyusup dari perbatasan barat dengan Irak.

Baca Juga: MEMBONGKAR KLAIM HANYA ISIS YANG BERJUANG MENDIRIKAN KHILAFAH

Iran adalah salah satu pendukung utama rezim Suriah dan telah mengirim penasihat militer dan ribuan “relawan” untuk memerangi ISIS di Suriah dan Irak.

Pada Juni, ISIS mengaku bertanggung jawab atas dua serangan terhadap parlemen Iran dan makam Ayatollah Rohullah Khomeini, yang menewaskan 178 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sejak itu, Iran melacak dan membunuh beberapa tersangka militan ISIS, dan dalam beberapa bulan terakhir mengumumkan penangkapan puluhan tersangka anggota ISIS. (IF)