Duniaekspress, 29 Januari 2018. – Sumber militer Mali mengatakan, sedikitnya 14 tentara Mali tewas dan 18 lainnya luka-luka dalam sebuah serangan al-Qaidah dan mereka (Al-Qaidah, red) berhasil mengambil alih sebuah kamp militer di utara negara Afrika tersebut.

“Pasukan bersenjata Mali diserang pagi ini, sekitar pukul 4 pagi, di Soumpi (wilayah Timbuktu). Kami telah mencatat 14 korban tewas, 18 luka-luka dan kerusakan material,” sebuah pernyataan dari militer yang diposkan di media sosial, Sabtu (27/1/2018)

Serangan mematikan tersebut memaksa Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita untuk membatalkan kunjungan ke KTT Uni Afrika yang akan diadakan di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.

Baca Juga: AL-QAIDAH REHABILITASI MANTAN KOMBATAN ISIS/IS DI SURIYAH

Sumber militer Mali mengatakan, pada dini hari pertempuran tentara telah kehilangan kendali atas pangkalan tersebut, namun mereka mengklaim telah merebut kembali pada siang hari.

“Pasukan Malian kembali menguasai kamp. Dua teroris telah terbunuh,” kata sumber tersebut.

Insiden Soumpi terjadi dua hari setelah 26 warga sipil termasuk ibu dan bayi terbunuh saat kendaraan mereka melewati ranjau darat di Boni, Mali tengah, menurut korban tewas PBB.

Pemerintah Malian semakin kehilangan cengkeramannya di daerah pedesaan di tengah meningkatnya serangan al-Qaidah terhadap pasukan pemerintah dan asing.

Pejuang Al-Qaidah dalam koalisi dengan gerakan Azawad telah menguasai padang pasir yang luas di Mali utara pada awal tahun 2012.

Mali adalah satu dari serang negara miskin dan rapuh di wilayah Sahel Afrika yang telah dilanda perang yang sedang berlangsung yang mendahului kebangkitan al-Qaidah.

Sumber: Al Jazeera