Serangan Thaliban ke gedung Kementerian Dalam Negeri menjadi sorotan Dunia. Barat dengan segala media mainstreamnya langsung menempatkan serangan Thaliban sebagai serangan yang tidak berperikemanusiaan. Salah satu alasannya karena serangan tersebut menyasar sipil, hal yang berulangkali dihindari oleh Thaliban dalam setiap serangannya.

Duniaekspress, 2 Februari 2018. – Thaliban –  melalui situsnya, alemarah, menjabarkan serangan tersebut dan menjelaskan bahwa serangan bukan menyasar sipil. Hal itu diketahui dari data pihak rezim Kabul sendiri bahwa penyerang memasuki sasaran setelah melewati pos penjagaan. “Musuh mengaku bahwa penyerang melewati gerbang pertama atau pos pemeriksaan dan berhasil memasuki wilayah kedua,” ungkap Thaliban. “Tidak masuk akal jika wilayah tersebut adalah wilayah sipil, bahkan ada pasar di dalamnya.” Thaliban menjelaskan bahwa wilayah tersebut bukan wilayah sipil.

Banyak media termasuk BBC melaporkan bahwa serangan tersebut terjadi di daerah yang hanya terbatas untuk pegawai pemerintah saja. Demikian pula, peta serangan tersebut menunjukkan bahwa kantor keamanan utama seperti intelijen, kontra-terorisme dan struktur pemerintahan lainnya berbasis di sini, membuktikan bahwa hanya pegawai pemerintah saja yang diizinkan masuk ke zona ini.

Thaliban menilai pihak rezim Kabul sengaja memaksakan gambaran bahwa serangan menyasar sipil. Bahkan mengambil beberapa gambar yang tidak diambil dari tempat kejadian untuk memperkuat framing yang ingin dibentuk. “Kami mengerti bahwa musuh yang gagal dan babak belur berusaha untuk menggambarkan serangan sebagai serangan terhadap warga sipil sehingga memaksa media untuk menyiarkan laporan dan gambar warga sipil dan bukan kerugian militer. Untuk membuktikan klaim tak berdasar mereka, mereka bahkan terpaksa menerbitkan gambar lama dari Irak, Suriah dan Afghanistan sebagai serangan tersebut,” ungkap Thaliban.

“Semua ini membuktikan bahwa musuh tidak dapat menguatkan klaim kerugian sipil mereka dengan kesaksian dan gambar yang benar. Selain itu, pembatasan wartawan dan kamerawan dari lokasi serangan selama beberapa jam dengan sendirinya membuktikan bahwa rezim Kabul menyembunyikan korban polisi,” tambahnya.

Serangan di Kementrian Dalam Negeri tersebut bahkan melibatkan orang dalam yang membuat data target semakin rinci dan terarah. “Pencari martir dan pemandu kami telah mengamati daerah tersebut dan gerakan musuh dengan bantuan orang dalam Kementerian Dalam Negeri untuk waktu yang lama. Baru setelah itu mereka bisa melaksanakan rencananya dan mencapai target mereka.”

Imarat Islam Afghanistan (Thaliban) sekali lagi menegaskan bahwa serangan mereka tidak akan menyasar warga sipil yang tidak bersalah. Bukti yang tidak terbantahkan dari serangan lain yang bisa dijadikan contoh adalah serangan di Hotel Intercontinental di mana para pencari syahid hanya mencari penjajah asing dan meninggalkan warga sipil yang tidak bersalah.

Di akhir pesannya Thaliban mengingatkan pentingnya mewaspadai framing penjajah atas serangan-serangan Thaliban lainnya. “Kita harus waspada terhadap musuh yang gagal yang mendistorsi insiden semacam itu melalui media mereka yang kuat dan mengklaim serangan terhadap sipil untuk membingungkan masyarakat. Tapi musuh harus yakin bahwa fiksi dan kebohongan semacam itu tidak akan pernah bisa mengubah realitas atau berhasil mengubah paradigma masyarakat,” tulis Thaliban.

“Imarah Islam Afghanistan memiliki pesan yang sangat jelas untuk Trump dan antek-anteknya. Jika Anda ingin memainkan politik kekuasaan dan berbicara melalui laras senapan, maka jangan berharap mawar dari orang Afghanistan. Tetapi jika Anda memahami prinsip-prinsip logika maka kita memiliki kebijakan yang jelas tentang politik dan pemahaman damai,” tutup Thaliban. (Seraamedia)

 

 

Sumber: ,alemarah

 

Baca juga, SERANGAN PEJUANG AL QAIDAH, 18 MILITER MALI TEWAS