Duniaekspress, 4 Februari 2018. – Daerah Turki diperbatasan Suriah kembali mendapat serangan roket yang ditembakan dari arah Suriah. Gubernur Killis mengatakan sebanyak empat orang warga sipil terluka.

Dua roket menghantam sebuah restoran dan sebuah rumah di pusat Kilis pada hari ke-13 serangan Turki terhadap milisi YPG Kurdi di wilayah utara Afrin, Suriah.

“Empat orang terluka,” kata Gubernur Kilis Mehmet Tekinarslan kepada wartawan. Bagian depan restoran hancur, kata koresponden AFP, Kamis (1/2/2018)

Pasukan keamanan mengepung daerah tersebut dan ambulans dengan cepat tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban yang terluka.

Tak lama setelah serangan tersebut, tembakan artileri Turki bisa terdengar dari pusat Kilis.

Beberapa roket telah menyerang provinsi perbatasan Turki Hatay dan Kilis, menewaskan sedikitnya lima orang.

Media Turki menyalahkan roket di Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), dipandang sebagai “teroris” oleh pemerintah Turki yang ingin menghapusnya dari daerah kantong mereka di Afrin.

Ankara mengatakan YPG adalah cabang dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK) yang telah melakukan pemberontakan tiga dekade melawan negara Turki tersebut.

Baca Juga: EDORGAN: OPERASI OLIVE BRANCH BUKAN UNTUK DUDUKI AFRIN

Sebelumnya diketahui, Turki telah memobilisasi ribuan pejuang Free Suriah Army (FSA) ke sebuah provinsi perbatasan dengan Suriah, sebagai bagian dari serangan terencana terhadap pejuang Kurdi.

Pejuang FSA yang didukung Ankara melakukan konvoi besar, diperkirakan 20 bus tergabung dalam rombongan tersebut dari provinsi Kilis sampai provinsi selatan Hatay.

Pada hari Jumat lalu, menteri pertahanan Turki mengatakan negaranya akan melanjutkan serangan militernya di Afrin, mengatakan pejuang Kurdi Suriah di sana menimbulkan ancaman “nyata” terhadap negaranya.

Turki menganggap pasukan Kurdi bersenjata di wilayahnya dan juga di negara-negara tetangga, sebagai “teroris”.

Ankara khawatir berdirinya sebuah koridor Kurdi di sepanjang perbatasannya.

Tentara Turki telah mengintensifkan penyerangan terhadap Afrin dalam beberapa hari ini dan mengatakan sebuah serangan darat dapat terjadi segera, serupa dengan Perisai Euphrasi 2017, di mana FSA yang didukung Turki membersihkan sebagian besar Suriah utara dari pejuang bersenjata.