Duniaekspress, 4 Februari 2018. – Kembali sebuah masjid menjadi sasaran perusakan, sebuah masjid di kota pelabuhan Belanda di Den Haag dirusak, ketua masjid tersebut mengatakan aksi vandalisme itu terjadi pada Jumat malam (3/2).

Sejauh ini, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan vandalisme, di mana bendera Turki dilapisi cat merah dengan slogan-slogan menentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Sinasi Koc, kepala Masjid Ahi Evran, yang saat ini berada di bawah naungan dan termasuk dalam Yayasan Islam di Belanda, mengutuk serangan tersebut.

Koc mengatakan bahwa serangan tersebut mungkin terkait dengan Operasi Olive Branch yang sedang berlangsung di Afrin di Suriah.

“Ada orang yang tidak menginginkan persatuan dan solidaritas kita, dan mereka yang ingin membawa kekacauan pada kita. Mereka tidak akan berhasil, karena Allah beserta kita, “kata Koc.

SIMPATISAN PKK RUSAK MASJID DI JERMAN

PENDUKUNG PKK SERANG WARGA TURKI DI JERMAN

Sejak Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada 20 Januari untuk membebaskan Afrin, Suriah bagian barat laut dari teroris PYD / PKK dan Daesh, telah terjadi banyak serangan terhadap masjid-masjid di seluruh Eropa oleh kelompok pendukung PYD / PKK.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Di Rotterdam, pendukung organisasi teror PYD / PKK yang sedag berdemonstrasi menyerang seorang warga Turki, koresponden Badan Anadolu di tempat kejadian melaporkan.

Para pendukung, yang memegang spanduk di aula pasar, juga menyerang wartawan dan tidak membiarkan mereka melakukan perekaman.

Eropa telah mengalami sejumlah demonstrasi radikal dan kekerasan dari pendukung PYD / PKK sejak kelompok tersebut melancarkan kampanye dua pekan lalu untuk memprotes operasi Turki. (IF).