PENDUKUNG PARTAI PEKERJA KURDI (PKK)  SERANG WARGA TURKI DI JERMAN

Duniaekspress, 3 Februari 2018- Mobil seorang warga Turki diserang dengan brutal pada hari Jumat (2/2) dengan menggunakan tongkat oleh pendukung kelompok Patai Pekerja Kurdistan (PKK) di Jerman.

Kendaraan Ibrahim Yildiz diserang saat dia dan anak-anaknya berada di dalam sementara di distrik Lebensted provinsi Salzgitter, menurut Bulent Demir, 42, yang telah menjadi pemilik toko selama 20 tahun.

“Sementara sekitar 600 anggota PYD / PKK berdemonstrasi di pusat kota, mereka melihat Ibrahim Yildiz lewat dengan mobilnya dan mereka menyerang mobil tersebut,” kata Demir seperti yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu (3/2/2018).

“Ada anak-anak di dalam mobil. Mereka sangat takut, “tambahnya.

Dia juga mengatakan saudara laki-laki Yildiz, Mustafa, juga menyaksikan kejadian tersebut dan mencatatnya.

“Dalam rekaman tersebut, pendukung organisasi teroris membawa spanduk, pendera dan menyerang mobil Ibrahim dengan tongkat secara brutal, sambil mengumpat,” katanya, mencatat ada banyak kerusakan pada kendaraan tersebut.

Baca Juga: SIMPATISAN PKK RUSAK MASJID DI JERMAN

Polisi telah melakukan investigasi atas insiden tersebut.

Jerman telah mengalami sejumlah demonstrasi dan kekerasan radikal oleh pendukung PYD / PKK sejak kelompok tersebut melancarkan kampanye dua minggu yang lalu untuk memprotes Operasi Turki Olive Branch – diluncurkan pada 20 Januari untuk membersihkan teroris PYD / PKK dan Daesh dari Afrin di Suriah barat laut.

Staf Umum Turki mengatakan operasi militer tersebut adalah untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta melindungi Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

PKK telah dilarang di Jerman sejak 1993, namun tetap aktif dengan hampir 14.000 pengikut di antara populasi imigran Kurdi.

Turki telah lama mengkritik mitra NATO, Jerman, karena tidak melakukan tindakan serius terhadap PKK yang menggunakan negara tersebut sebagai platform untuk kegiatan penggalangan dana, rekrutmen dan propaganda.