Duniaekspress, 5 Februari 2018. – Empat tentara India, termasuk seorang perwira, tewas dalam bentrokan di wilayah perbatasan terakhir di Kashmir yang dikuasai India.

Shahid Iqbal Choudhary, wakil komisaris sektor Rajouri, mengatakan keempat tentara tersebut tewas dan satu lainnya terluka setelah tentara Pakistan melepaskan tembakan ke pos-pos milik India di wilayah Jammu pada hari Minggu malam.

“Situasinya sekarang tegang di perbatasan,” kata Choudhary, seperti dikutip pada laman Al Jazeera, Senin (5/2/2018)

Penembakan terbaru terus berlanjut sampai larut malam pada hari Minggu, tambahnya.

“Sebagian besar daerah di dekat perbatasan terkena dampak karena pelanggaran gencatan senjata. Meski sulit mengevakuasi warga sipil di malam hari, kami terus memantau situasi,” kata Choudhary.

Pejabat memerintahkan penutupan sekolah di dekat perbatasan selama tiga hari ke depan.

Baca Juga: “BLACK DAY” 70 TAHUN PENJAJAHAN INDIA ATAS KASHMIR

Permusuhan antara India dan Pakistan telah meningkat di perbatasan de facto sejak bulan lalu.

Lebih dari selusin orang, termasuk enam warga sipil, tewas pada Januari dengan bentrokan mematikan antara kedua negara berlanjut selama tiga hari.

Meskipun terjadi gencatan senjata tahun 2003, India dan Pakistan secara teratur melakukan perdagangan senjata api di Jalur Pengendalian (LoC), demarkasi militer antara bagian India dan Pakistan yang dikuasai Kashmir.

India secara teratur menuduh Pakistan membantu pejuang dalam melintasi LoC untuk menyerang sasaran India. Pakistan membantah tuduhan tersebut.

Penduduk sipil yang tinggal di dekat perbatasan sangat terpengaruh karena kekerasan terakhir antara kedua negara tetangga bersenjata nuklir. Sebelumnya pada hari Minggu, seorang gadis remaja terluka di wilayah Poonch.

Sejak kemerdekaan pada tahun 1947 dari Inggris, India dan Pakistan telah memerangi dua dari tiga perang atas Kashmir, yang kedua negara mengklaim secara keseluruhan.

Sentimen anti-India berjalan jauh di kalangan mayoritas Muslim Kashmir, dan sebagian besar mendukung pemberontakan tersebut terhadap pemerintah India.

Puluhan ribu orang tewas dalam beberapa dasawarsa kekerasan.