Duniaekspress, 5 Februari 2018. – Media Mesir melaporkan, dua polisi tewas dalam ledakan bom di Semenanjung Sinai wilayah yang paling bergolak Mesir pada hari Ahad (4/2/2018).

Harian Al-Akhbar melaporkan sebuah perangkat diledakkan dari jarak jauh saat sebuah kendaraan polisi lewat di kota Arish selatan di utara Sinai, menewaskan dua petugas polisi.

Sementara lima peserta wajib militer terluka dalam serangan tersebut.

Pihak berwenang Mesir belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan tersebut. Sementara itu sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca Juga: BOM PINGGIR JALAN DI SINAI TEWASKAN PERWIRA POLISI

Semenanjung Sinai tetap menjadi pusat pemberontakan militan yang mematikan sejak 2013, ketika Mohamed Morsi, presiden terpilih pertama yang terpilih secara bebas di Mesir, digulingkan dalam sebuah kudeta militer.

Sejak saat itu, ratusan personil keamanan Mesir di Sinai telah terbunuh dalam serangan militan, terutama di kuadran timur laut yang bergejolak di semenanjung, yang berbatasan dengan Gaza dan Israel.

Mesir telah memperpanjang tiga bulan lagi sebuah keadaan darurat nasional, dengan alasan keamanan.

Perpanjangan terakhir yang akan dimulai pada 13 Januari dengan sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Abdel Fattah al-Sisi pada hari Selasa (2/1), setelah terjadi dua serangan mematikan pada hari Jumat terhadap Kristen Koptik di distrik Helwan, di selatan ibukota, Kairo.

Kantor berita negara MENA mengatakan bahwa tindakan tersebut diambil untuk memungkinkan pasukan keamanan “mengambil (tindakan) yang diperlukan untuk menghadapi bahaya dan pendanaan terorisme dan keamanan pengaman di seluruh wilayah negara ini”. (IF).