Duniaekspress,7 Februari 2018. – Di Medan Jihad ini Sungguh bisa kita temui berbagai macam karakteristik Mujahid. Dimana semua itu bisa dikelompokkan menjadi 4 tingkatan (menurut penulis di lapangan jihad Suriah):

1. Mujahid dengan ‘program’ jangka panjang yang rumit dan banyak

2. Mujahid yang mereka itu siap kapanpun untuk menerima kesyahidan.

3. Para Pemburu dan Pecinta Kematian karena kecintaan mereka untuk bertemu dengan Rabb mereka

4. Mereka yang dicintai dan dirindui Alloh. Sehingga Alloh memberitaufik kepada mereka untuk beramal sholeh dan memperbagus amalan mereka (yuslih lakum a’malakum) di sela-sela jihad mereka..

?Dimana tiap kelompok Mujahid ini memiliki tingkatan yang berbeda di sisi Alloh…

Rosulallah shallahu’alaihi wassalam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya, yang jarak antara setiap dua derajat bagaikan antara langit dan bumi……” ( HR. Al-Bukhari No.2790)

?Dan tingkatan yang terbaik diantara mereka yakni Mujahid yang dirindukan perjumpaannya oleh Alloh ‘azza wa jalla…
Masyaa Alloh…

?Untuk kelompok awal, yakni para Mujahid yang mereka itu memiliki ‘program-program’ jihad dalam pertempuran.

Mereka memikirkan dan menjalankan ‘program’ secara teratur dan sesuai dengan master plan. Mereka menempatkan diri mereka dalam khondak-khondak pertempuran fikroh, kesinambungan jihad dan planing strategis pertempuran di Medan jihad.

Mereka ini biasanya memilih berada dalam struktur administrasi Tandzim ataupun administrasi militer di lapangan. Meski tidak semuanya seperti ini…

?Kelompok kedua yakni Para Mujahid yang mereka turun di medan-medan ribat dan jihad.

Mereka telah siap jika terbunuh fie sabilillah. Karena kecintaan dan harapan mereka akan pertemuan dengan Rabb ul ‘alamin.

Mereka memilih berada di khondak-khondak pertahanan dan berhadapan langsung dengan musuh.

Mereka menunggu ‘waktu yang telah ditetapkan’ yakni ajal dan terbunuh fie sabilillah.
Jika ajal belum menjemput maka mereka akan beramal dan bekerja seperti biasanya…

Bahasa mudahnya yang biasa diucapkan oleh ikhwah di sini yakni ‘Ya kalau dah waktunya syahid, ya syahid. Kalau belum, ya kita terus beramal’.

Biasanya kelompok ini lebih ‘memilih’ dan menjadikan arah pandangannya pada kemenangan daripada kesyahidan.

?Kelompok ketiga, tidak berbeda jauh dengan kelompok kedua. Namun, kelompok ini mereka terjun dan mencari kematian. Tujuan mereka satu yakni mencari kesyahidan. Kelompok ini lebih ‘agresif’ dari kelompok kedua.

Kesyahidan dan pertemuan dengan Rabb bersama hal-hal yg dijanjikan di Jannah selalu menjadi senandung keseharian mereka.

Kerinduan akan bertemunya dengan Sang Kholiq, menjadikan mereka berlari ke tempat-tempat paling berbahaya dalam pertempuran.

Teriakan mereka cuma satu yakni kesyahidan. Impian mereka tidak lain terbunuh di tangan musuh.

Karena mereka memahami bahwa tidak ada yang lebih indah selain bertemu dan bertatap dengan Sang Pencipta…

Mereka sangat merindukan dan mencintai akan pertemuan itu…

Rasul bersabda :
” Barang siapa yang cinta berjumpa dengan Allah, niscaya Allah pun cinta untuk menjumpainya ” (HR. Bukhari dan Muslim)

?Dan kelompok terakhir ini adalah puncak dari kelompok istimewa di kalangan Mujahidin.

Mereka tidaklah jauh berbeda dengan kelompok ketiga. Namun mereka adalah ‘elite-nya para elit’.

Tidak hanya mereka rindu akan pertemuan dengan Alloh. Namun Alloh merindukan pertemuan dengan mereka. Maka Alloh tuntun mereka dan mempermudah mereka untuk melakukan kebaikan-kebaikan lainnya di sela-sela jihad dan pertempuran.

Alloh memberikan taufikNya dalam segala gerakan, dzikir dan amalan mereka.

Muka mereka dipenuhi pancaran keimanan, keteduhan, ketawadu’an dan pemahaman akan hakikat dunia.

Mereka talak dunia ini dan tiada hasrat dalam hidupnya selain bertemu dengan Rabbnya.

Dunia bagaikan bangkai yang membuat mereka risih dan tidak memikirkannya…

Kesyahidan adalah Cita mereka dan bukti akan keshidiqan dan kecintaan mereka atas pertemuan dengan Sang Kholik.

فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“Maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar”

Kelompok ini tidak jauh berbeda dengan kelompok ketiga, namun mereka memiliki ciri khas yakni sangat tawadhu dan memiliki amalan unggulan di sela-sela ribat dan ghozwah. Dan mereka lebih cenderung menahan diri dari senda-gurau. Dan semua itu adalah taufik dari Alloh untuk memudahkan urusan mereka dan ‘memantaskan’ mereka agar dapat segera bertemu dengan Rabb tercinta.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَسَّلَهُ .؛ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ ، وَ مَا عَسَّلُهُ؟ ، قَالَ : يَفْتَحُ لَهُ عَمَلاً صَالِحًا بَيْنَ يَدَيْ مَوْتِهِ ، حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ مَنْ حَوْلُهُ

“Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memaniskannya”. Sahabat bertanya: ”Apa itu memaniskannya ya Rasulullah?”
Beliau menjawab: ”Dia akan memberi ia petunjuk untuk melakukan kebaikan saat menjelang ajalnya, sehingga orang sekelilingnya mencintai dia”.
(HR. Ahmad, Hakim dan lainnya)

Kelompok yang keempat ini adalah Mereka yang ‘mendatangi’ kesyahidan (dengan taufik Alloh) bukan Kesyahidan yang ‘mendatangi’ mereka…

Khalid bin Walid berkata :
“Kami pasukan Islam, adalah manusia yang mencintai kematian (syahid). Sebagaimana kalian, wahai orang-orang kafir mencintai kehidupan dunia kalian”

wallohu a’lam
———————————-
Sesungguhnya tulisan ini adalah catatan, nasehat dan pengingat untuk diri Sang Penulis. Semoga dengannya, Alloh menjadikan diri sebagai kelompok yang Alloh berikan tawfikNya dalam berjihad dan beramal sholeh…

Jangan lupakan kami dalam doa antum. Doakan akan ketsabatan dan selalu Alloh bimbing dalam tawfikNya. Dan dinaikkan derajat dan keimanannya. dan menjadi syuhada Maqbulan… amin

?
Sumber :
Ahmad Fursan
?Jurnalis lepas?
? ? di Maktab Ilami Suriah ? ?

 

Baca juga, MEMAHAMI PERSATUAN AMAL DAN ISU DI LAPANGAN