Duniaekspress, 6 Februari 2018. – Pasukan rezim Suriah Bashar al Assad bersama sekutu utamanya Rusia melakukan serangan udara yang menargetkan rumah sakit dan masjid di provinsi barat laut Idlib.

“Serangan udara intensif terhadap Idlib, yang telah dilakukan selama berminggu-minggu, telah menargetkan sebuah rumah sakit di daerah Maarat al-Numan dan tiga masjid di pusat kota tadi malam.” lapor Mustafa Haj Yousuf, kepala unit Pertahanan Sipil, seperti dikutip Anadolu Agency, Senin (5/2/2018).

Dia mencatat bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan kekuatan psikologis warga sipil, “Namun, Rumah Sakit dan Masjid harus berada dalam level yang tinggi dalam tingkat keamanan.”

Menteri Kesehatan Pemerintah Sementara Suriah Mohammed Firas al-Jundi juga mengkonfirmasi kepada Anadolu Agency bahwa Rumah Sakit Pusat Maaretinuman dan sekitarnya telah ditargetkan dengan tujuh serangan udara.

“Tidak ada yang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh jet tempur Rusia, banyak yang terluka. Rumah sakit tidak berfungsi lagi, “kata al-Jundi.

Sementara itu, arus informasi dari kawasan tersebut telah melambat karena serangan udara dan rudal yang hebat oleh rezim Bashar Assad dan pasukan Rusia di berbagai titik di Idlib, membuat tim Pertahanan Sipil yang juga dikenal sebagai Helm Putih sulit untuk melanjutkan pencarian dan operasi penyelamatan mereka.

Baca Juga: PEJUANG HTS TEMBAK JATUH PESAWAT RUSIA DI IDLIB

Terletak di utara Suriah dekat perbatasan Turki, provinsi Idlib dinyatakan sebagai “zona de-eskalasi”.

Dikendalikan oleh kelompok bersenjata anti-rezim, provinsi ini mengalami serangan udara yang hebat dalam dua bulan terakhir.

Pada bulan Januari saja, 211 warga sipil terbunuh dan 1.447 terluka.

Suriah telah dikepung dalam perang sipil yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Sementara pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut, pejabat rezim Suriah mengatakan jumlah korban tewas mendekati 10.000 orang.