Duniaekspress, 8 Februari 2018. – Moskow – Kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa mayat Roman Filipov, pilot Su-25 yang tewas di Idlib telah dikembalikan melalui bantuan intelijen Turki.

Ketika pesawat Su-25 ditembak jatuh oleh kelompok Haiah Tahrir Syam (HTS), Filipov terjun dan akhirnya meledakkan diri dengan sebuah granat.

Pada Selasa (06/02/2018), mayatnya menghilang secara misterius. Sebuah media yang berafiliasi dengan HTS mengatakan bahwa mayat Filipov “dicuri”.

“Mayat tersebut hilang setelah kami meminta untuk diserahkan. Mereka terus mengulur-ulur sampai kami mengetahui bahwa mayat tersebut diserahkan ke pihak Rusia,” kata seorang sumber yang enggan menyebut jelas pihak yang dimaksud.

“Kami akan menindaklanjuti masalah ini dan menghukum siapapun yang melakukan kejahatan mengerikan ini,” tambahnya.

Belum ada kejelasan bagaimana mayat tersebut dikembalikan ke Rusia. HTS menyebut pelakunya adalah salah satu faksi oposisi. “(Faksi) itu menarik mayat pilot tersebut setelah jatuh dari pesawat Rusia, lalu menolak menyerahkan mayat (pilot) tersebut,” kata HTS.

Hilangnya mayat pilot Rusia itu menimbulkan perdebatan di media sosial. Kebanyakan dari mereka menyalahkan faksi oposisi yang terlibat dalam pemulangan mayat tersebut.

Di sisi lain, politisi dan aktivis Suriah menekankan bahwa penyerahann mayat pilot Rusia itu menyia-nyiakan kesempatan besar untuk bernegosiasi dengan Rusia untuk mendapatkan ratusan tahanan dari penjara rezim Suriah.

Sumber: El-Dorar, Al-Arabiya

 

Baca juga, PEJUANG HTS TEMBAK JATUH PESAWAT RUSIA DI IDLIB