Duniaekspress, 9 Februari 2018. – Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, negara-negara di kawasan ASEAN perlu bekerja sama untuk mencegah dan menanggulangi perkembangan kelompok teroris ISIS di kawasan Asia.

”Kita harus bekerja sama. Kita dapat informasi ada aliran dana masuk ke kawasan ini dari beberapa negara yang masuk ke Indonesia dan masuk Filipina Selatan,” kata Ryamizard saat Acara Pertemuan Menteri Se-ASEAN atau ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) Retreat, di Singapura, Rabu (7/2).

Menurut Menhan, kerja sama di antara negara ASEAN penting untuk dilakukan agar kejadian berkumpulnya basis ISIS di Kota Marawi, Filipina, tidak kembali terulang.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, mengingatkan agar para simpatisan ISIS yang sudah kembali ke negara asal, termasuk Indonesia, harus terus dipantau.

Pemantauan juga akan ditindaklanjuti forum  Our Eyes, kerja sama penghalauan terorisme antara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand.

Selain itu, masih terkait dengan gerak-gerik ISIS di kawasan Asia, Ryamizard juga mengusulkan jika pemantauan juga dilakukan di seluruh media sosial.

”Kita harus memantau media sosial. Rupanya digunakan ISIS untuk menyebarkan propaganda. Medsos seperti FB, Google. Itu semua harus dikontrol,” ucap Menhan.

ADMM Retreat di Singapura kali ini berjalan tertutup, namun disebutkan bahwa hampir semua Menhan di forum tersebut merespons positif usulan Ryamizard.

Dalam kesempatan itu, para Menteri Pertahanan dari enam negara di ASEAN sepakat mendeklarasikan Joint Statement mengenai kerja sama “our eyes”.

Menhan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut didasari atas persamaan konsep pada sistem serta mekanisme pengamanan, pengawasan serta pananganan berbagai bentuk ancaman dan tantangan terorisme.

Mengingat dampak yang ditimbulkan oleh ulah kelompok terorisme, radikalisme, mulai dari merekrut simpatisan dari kalangan publik hingga ide-ide atau gagasan radikal yang mereka sebarkan sudah cukup mengkhawatirkan.

”Berangkat dari hal tersebut, komitmen yang disepakati adalah untuk menjaga stabilitas keamanan terutama pada level kawasan,” kata Ryamizard. (AB).

 

Baca juga, PANGLIMA TNI KHAWATIR ANCAMAN SIBER