Duniaekspress, 10 Februari 2018. – “Mantan direktur CIA John Brennan telah menjadi anggota terbaru keluarga besar NBC News dan MSNBC, setelah secara resmi menandatangani kontrak dengan jaringan media tersebut sebagai kontributor,” kata sebuah artikel baru-baru ini di situs The Wrap. NBC melaporkan bahwa mantan pimpinan CIA, sebuah lembaga yang kejam, penuh kebohongan, gemar menyiksa, hobi propaganda, pelaku perdagangan narkoba, penggerak kudeta, dan pemicu perang, sekarang menjadi analis keamanan nasional dan intelejen.

Brennan memainkan peran kunci dalam pembangunan narasi Rusia yang telah digunakan untuk mempengaruhi publik terhadap eskalasi perang dingin baru yang mengancam dunia. Ia hanyalah tambahan terbaru dalam tren media sentra arus utama yang mengambil narasumber dari komunitas intelijen AS. 
Brennan bergabung dengan kepala staf CIA dan DoD Jeremy Bash di lineup NBC / MSNBC, yang bertugas sebagai analis keamanan nasional, sebagaimana reporter intelijen / nasional NBC dan kolaborator CIA, Ken Dilanian.

Mantan Direktur Intelijen Nasional, arsitek Russiagate, dan seorang rasis anti-Rusia, James Clapper, disambut oleh CNN sebagai keluarga baru mereka, tahun lalu oleh Chris Cuomo dan sekarang secara rutin muncul sebagai analis ahli untuk jaringan media massa tersebut. Tahun lalu, CNN juga menyewa seorang analis keamanan nasional baru, yang telah menjabat sebagai Direktur CIA, Direktur NSA, Deputi Direktur Intelijen Nasional, dan seorang Jenderal Angkatan Udara.

Mantan analis CIA, dan sekarang analis bayaran di CNN, Phil Mudd, yang tahun lalu menyebabkan acara Cuomo harus mengeluarkan permintaan maaf untuk klaim yang sama sekali tak berdasar yang dia buat di televisi nasional yang menyatakan bahwa Julian Assange (pendiri WikiLeaks) adalah seorang pedofil, sekali lagi menjadi berita utama karena menyarankan agar FBI mengadakan perlawanan kepada pemerintahan saat ini, terkait keputusan Trump untuk menngeluarkan “memo Nunes” yang kontroversial itu.

Orang-orang Amerika semakin banyak mendapatkan sumber informasi dari outlet media Amerika yang dipenuhi tidak hanya oleh loyalis dari dua kubu Partai, namun juga dipenuhi oleh anggota komunitas intelijen AS. Orang-orang ini mendapat posisi yang berkuasa di dalam institusi anti-sosial ini berdasarkan kesediaan mereka untuk memfasilitasi menyebarnya kerusakan, dalam rangka memajukan agenda rahasia pembentukan kekuatan AS, dan sekarang mereka ditampilkan di depan media arus utama milik orang-orang Amerika, setiap hari.
Kata-kata “pakar” ini secara konsisten dinukul dan disematkan oleh media yang lebih kecil baik media cetak dan media onlin. Hal ini sama saja dengan memberi otoritas kepada pernyataan mereka di hadapan publik.
Istilah “deep state” tidak hanya mengacu pada teori konspirasi tapi juga konsep sederhana dalam analisis politik yang menunjukkan kenyataan yang tak terbantahkan bahwa (A) orang-orang super kaya, (B) badan intelijen, (C) lembaga pertahanan, dan (D) media mainstream yang memegang sejumlah besar kekuasaan di Amerika meskipun mereka bukan bagian dari pemerintahan terpilih.

Anda tidak perlu jauh-jauh untuk melihat bagaimana kelompok-kelompok terpisah ini saling tumpang tindih dan berkolaborasi untuk memajukan agenda mereka sendiri dengan berbagai cara. Jeff Bezos dari Amazon, misalnya, sangat terlibat dalam semua kelompok yang disebutkan di atas: (A) pernah menjadi orang terkaya, dia jelas seorang plutokrat, dengan perusahaan yang mencoba mengendalikan infrastruktur ekonomi yang mendasarinya; (B) dia adalah salah satu kontraktor CIA; (C) dia adalah bagian dari dewan penasehat Pentagon; dan (D) pembelian saham Washington Post pada tahun 2013 memberinya kontrol penuh atas media arus utama tersebut.

Bezos tidak membeli Washington Post karena otaknya meramalkan bahwa surat kabar cetak akan memberi keuntungan finansial. Dia membelinya dengan alasan bahwa dia telah memasukkan dirinya begitu dalam ke dalam infrastruktur energi Amerika yang terpinggirkan. Dia ingin memastikan fondasi yang kokoh bagi “kerajaan” yang sedang dia bangun. Dia membutuhkan alat propaganda yang manjur untuk membuat dukungan bagi pembentukan kekuatan yang sedang ia tenun. Plutokratik. Inilah alasan yang tepat, karena plutokrat pengontrol media massa lainnya juga menebar mesin propaganda mereka dengan orang dari komunitas intelijen.

Berkali-kali Anda melihat hubungan antara plutokrat yang secara efektif memiliki hubungan dengan pemerintahan terpilih, badan intelijen dan pertahanan yang beroperasi di balik tabir kerahasiaan dalam nama “keamanan nasional” untuk memajukan agenda yang tidak ada hubungannya dengan keinginan pemilih. Serta mesin media massa yang digunakan untuk memperoleh persetujuan rakyat, untuk diatur oleh struktur kekuasaan eksploitatif ini.

Amerika diperintah oleh kelas elit yang perlahan-lahan menciptakan sebuah sistem di mana uang semakin diterjemahkan langsung ke dalam kekuatan politik, dan oleh karena itu selalu menjaga ketimpangan ekonomi agar bisa menguasai rakyat secara lebih lengkap. Semakin besar ketimpangan ekonomi, semakin besar pula kekuatan mereka. Tidak ada yang mau dengan rela menyetujui sistem yang menindas di mana ketimpangan kekayaan terus berkembang sebagaimana bom-bom dari pesawat tak berawak menghujani warga negara lain di sisi lain planet ini, sehingga dibutuhkan mesin propaganda yang kuat.

Dan di situlah pekerjaan baru John Brennan. Akan muncul kebohongan yang konsisten dari mulutnya di layar televisi NBC, dan mereka akan mendukung pembentukan kekuasaan eksploitatif ini dan memajukan agenda geopolitiknya. Bayangkan saja, justru para pemberontak dengan pikiran jernih di mana-mana terus menyuarakan semuanya dengan apa adanya. (SM)

 

 

Sumber:   https://consortiumnews.com

 

Baca juga, DENMARK LARANG MUSLIMAH MENGGUNAKAN CADAR