Duniaekspress, 10 Februari 2018. – Damaskus – Serangan besar-besaran dilancarkan pemerintah rezim Assad di wilayah Ghouta Timur selama empat hari terkahir, menyebabkan ratusan warga sipil terbunuh.

Observatorium HAM Suriah mengungkap data kematian 201 warga sipil akibat serangan udara dan artileri rezim Suriah. Serangan tersebut terjadi terus menerus sejak hari Senin (05/02/2018) lalu.

Sementara itu, Komite Koordinasi Lokal menyampaikan jumlah yang lebih banyak. Jaringan aktivis oposisi itu mengungkapkan korban tewas mencapai 220 orang.

Dalam penyerangan sebelumnya, sembilan anak-anak dan 12 orang dewasa terbunuh saat sebuah pasar di kota Arbin dibombardir oleh pasukan rezim Assad. Hamza, seorang dokter di sebuah klinik di Arbin, mengatakan “ini adalah empat hari terburuk yang pernah dilakukan Ghouta Timur”.

“Sebagai dokter, hal tersulit yang bisa Anda lakukan adalah merawat orang yang Anda cintai, kolega Anda, tetangga Anda, keluarga Anda,” ujarnya, Jum’at (09/02/2018).

Terkait ganasnya serangan rezim di Ghouta Timur, The White Helmets telah mengunggah sebuah video yang menunjukkan aksi salah satu sukarelawannya ketika menemukan mayat ibunya di bawah reruntuhan bangunan yang roboh. Reaksi mengharukan terlihat dalam video pendek itu.

Bombardir di Ghouta Timur menunjukkan sikap rezim Bashar Assad yang mengabaikan permintaan pejabat PBB untuk menghentikan serangan. Suriah dan Rusia sebelumnya telah didesak untuk tak melakukan serangan selama sebulan di seluruh wilayah Suriah.

Permintaan itu dilakukan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah warga sipil yang terkepung dan untuk mengevakuasi warga yang sedang kritis. Namun, pemerintah Rusia menolak gagasan pihak PBB dan menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyerangan untuk menggempung pasukan oposisi Suriah.

Apa yang terjadi sekarang di al-Ghouta adalah sebuah pesawat terbang Rusia yang sekarang menerbangkan adegan ini untuk melempar peluncur roket delapan barel sekaligus ditujukan untuk masyarakat, pasar dan rumah. Bayangkan sebuah orang yang dikepung dibom seperti ini. (AB)

 

Sumber : BBC

 

Baca juga, SURAT CINTA UNTUK HARAKAH JIHAD