Duniaekspress, 10 Februari 2018. – Yerusalem – Seorang menteri Israel menginginkan kuil Yahudi dibangun sebagai ganti Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur. Menurut media Israel, pernyataan itu muncul setelah seorang warga Israel dibunuh.

“Waktunya telah tiba untuk pengakuan hak orang-orang Yahudi di negeri ini, dan waktunya telah tiba untuk membangun Temple Mount,” kata Menteri Pertanian Uri Ariel pada Senin (05/02/2018).

Umat Islam menjadikan Masjid Al-Aqsha, yang dicintai Nabi Muhammad SAW, sebagai tempat mulia ketiga di dunia. Namun, orang-orang Yahudi, menganggap kompleks di dalamnya sebagai Temple Mount, tempat kuil Yahudi di zaman kuno.

Lebih jauh, Ariel meminta pemerintah Israel untuk mennyatakan kedaulatan penuh atas wilayah Palestina.

“Kita harus mengatakannya dengan jelas bahwa hanya akan ada satu negara berdaulat antara Yordania dan laut (Laut Tengah), yaitu Negara Israel dengan Yerusalem bersatu sebagai ibukotanya,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember. Hal itu memicu protes dan demonstrasi di wilayah-wilayah yang diduduki dan di berbagai belahan dunia. Rakyat Palestina sendiri dengan tegas menyatakan bahwa Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Sumber: World Bulletin

 

Baca Juga, MUJAHIDIN UIGHUR DI SURIYAH BENTUK SUB UNIT PALESTINA