Duniaekspress, 11 Februari 2018. – Ash-Shahaab, divisi penerangan Al-Qaidah pusat, kembali merilis buletin mereka, An-Nafir. Di edisi yang ke-21 (Jumadal Ula 1439/ Februari 2018), An-Nafir mengangkat tema tentang metode Amerika dalam mengalahkan kelompok dan organisasi Islam. Selain itu, juga mengajak para aktivis Islam untuk memikirkan cara strategis menghadapinya.

Berikut terjemah lengkapnya:

Penting! Kesadaran Dinamis

Tatkala musuh, Amerika, mencatut pihak mana pun sebagai musuh masa depannya, mereka akan segera memulai mengumpulkan berbagai informasi tentang seluruh aspek (pihak tersebut) dengan melalui berbagai sarana, seperti badan keamanan, intelijen, politik, misionaris, kemanusian dan lain-lain. Selain itu, mereka juga menggunakan badan-badan internasional terkhusus badan-badan bantuan internasional, melalui rekan-rekan negara-negara tetangga, atau para koalisi mereka yang mempersiapkan perangkat-perangkat keamanan mereka dalam rangka membantu Amerika.

Setelah berhasil mengumpulkan informasi-informasi yang memadai, musuh,Amerika, lalu menentukan titik-titik kelemahan dan kekuatan musuhnya (agama, personal-personal, tempat-tempat, dan logistik). Para pakar khusus di Pentagon dan badan-badan negara lainnya kemudian membuat urutan beberapa skenario dan fase pertempuran (untuk menghadapi musuh mereka). Baik dalam bidang keagamaan, politik, ekonomi, keamanan, sosial, dan terakhir bidang militer.

Ketika musuh, Amerika, memutuskan untuk memulai pertempuran, maka ia akan memilih skenario yang paling cocok. Jika seseorang menggentarkan Amerika hanya dengan kata-katanya, maka ia tidak akan menggerakkan korps (militer). Di antara ‘stick’ dan ‘carrot’, ada beberapa metode dan tingkatan yang lembut dan keras.

Negeri-negeri Islam dan aliran-aliran Islam yang berusaha membela Islam akan terancam diterapkan skenario penghancuran jika skenario reformasi mengalami kegagalan. Kedua skenario tersebut telah berhasil diujicobakan. Skenario pertempuran mencakup beberapa bidang, yang dijalankan dalam waktu yang bersamaan atau dalam rentang waktu yang agak berbeda sedikit.

Bidang keagamaan, yaitu dengan memasukkan keyakinan-keyakinan yang menyimpang dari ajaran pokoknya, dengan cara merubah model program-program pendidikan dan memberikan pelatihan terhadap para kader yang menjalankan dakwah ‘Ibnu Arabi’ dan apa yang telah terbentuk pada hari ini. Bagi pemerhati dapat menyaksikan fenomena ini, yang bisa teringkas dalam bait-bait berikut:

Saya sebelumnya mengingkari temanku, jika agamaku tidak dekat dengan agamanya

Kini hatiku bisa menampung hal apa pun; sebagai tempat pengembalaan kijang dan biara bagi para biarawan

Bisa sebagai rumah berhala dan Ka’bah bagi mereka yang thawaf, dan tempat menyimpan lembaran-lembaran Taurat dan mushaf Al Quran.

Agamaku adalah agama cinta di manapun ia berjalan. Intinya, cinta adalah agamaku dan imanku

Selain itu,  untuk mensukseskan usaha ini, ditundukkan lah instansi-instansi keagamaan. Hari ini, salah satu instansi (keagamaan) tersebut mengadopsi politik negatif, yaitu politik ‘diam membisu’. Di mana peran Dewan Ulama Senior  (Hai`ah Kibar Al-Ulama) di semenanjung Arab dalam melawan kerusakan, kediktatoran, dan westernisasi agama hari ini?

Dalam bidang politik, yaitu melakukan tekanan, mengacungkan ‘tongkat keras’, kesepakatan-kesepakatan bodoh, koalisi-koalisi politik, dan badan-badan internasional. Demikian juga dengan melalui soft powerterutama televisi yang berperan membuat opini dari media, dan juga peran menyuguhkan kemewahan, hiburan, sinema, dan internet. Di bidang teknologi dengan memberikan kesempatan menggunakan teknologi biasa yang tidak melampaui teknologi mereka. Sementara untuk teknologi di atas itu, tidak akan mereka publikasikan untuk umum.

Dalam bidang keamanan, musuh, Amerika, melakukannya dengan dua cara:

Pertama, memperoleh informasi melalui penetrasi dengan cara ‘implementasi dan rekrutmen’, menyebar mata-mata, memanfaatkan teknologi untuk memata-matai dengan menanam alat sadap di alat komunikasi yang memungkinkan mereka memperoleh informasi-informasi emas.

Kedua, melalui operasi keamanan (pembunuhan, membuat fitnah dan perseteruan antar jihadi, penculikan, pengeboman, dll). Pada level rezim penguasa, kebanyakan pimpinan dan perangkatnya merupakan agen bagi intelijen, bahkan sebagian mereka mendapat gaji. Sebagian instansi-instansi itu juga mendapat prioritas atau dukungan sebagai kompensasi bantuan mereka. Penegasan atas penunjukan salah seorang orang mereka yaitu ‘Ibnu Salman’ pada puncak piramid dalam kolonial Keluarga Sa’ud bukanlah usaha untuk menipu kita. Ini tidak menafikan bahwa generasi sebelumnya juga termasuk bagian dari orang-orang Amerika.

Dalam bidang sosial, gerakan musuh, Amerika, memiliki target untuk merusak tatanan sosial keluarga, terutama menargetkan anak-anak. Kematian laki-laki dalam perang atau terbunuhnya mereka dapat menyebabkan krisis dalam keluarga terutama secara sosial dan moral (akhlak).  Mereka juga berusaha merusak tatanan masyarakat dan mempersiapkannya menuju kerusakan moral, baik dengan cara menimbulkan berbagai krisis atau menawarkan bujukan-bujukan.

Tatkala Amerika dan koalisinya gagal menyerang Islam dan mendistorsi Al Quran, mereka lantas beralih merusak moral manusia, baik Muslim atau selainnya. Amerika akan menyibukkan mereka pada hal-hal yang bisa menjauhkan mereka dari agama, lalu kemudian menjalankan program misionaris dengan metode ‘Ibnu Arabi’.

Dalam bidang ekonomi, musuh, Amerika, melakukan hal ini melalui embargo, penutupan zona udara dan laut, mengeringkan sumber-sumber air, menghancurkan perusahaan-perusahaan khusus dan umum dengan menyetop suplai bahan-bahan baku, memonopoli barang, menggelontorkan bantuan finansial, meneror para investor, memboikot hasil produksi, mengintimidasi para pendukung, menginfiltrasi kelompok-kelompok dan organisasi-organisasi dll. Ini dilakukan hingga yang dianggap musuh oleh Amerika menyerah, atau hancur, atau menyanggupi tuntutan apa pun yang disodorkan kepada mereka.

Dalam bidang militer, musuh, Amerika, berusaha membentuk koalisi militer internasional dan memimpin mereka di lapangan. Secara riil di lapangan, Amerika memanfaatkan serangan udara, menerjunkan pasukan darat, menggunakan milisi lokal atau tentara bayaran, preman-preman perang dari teman-teman mereka atau pun musuhnya. Dalam masa berhentinya serangan udara atau perdamaian, Amerika menyebar mata-matanya untuk mengumpulkan informasi-informasi lapangan dan membangun database miliknya (operasi apa yang telah terlaksana dan apa yang belum, inovasi apa yang dilakukan musuhnya, dan siapa saja pemimpin mereka yang masih selamat, dll).

Selain dari sumber-suember yang disebutkan sebelumnya, musuh, Amerika, juga memetik informasi-informasi penting dan detiil melalui: introgasi tawanan, wawancara dengan masyarakat lokal, memanfaatkan perangkat keamanan lokal, serta informasi dan file apa pun yang mereka miliki.

Dari bidang-bidang di atas, musuh, Amerika, lalu mulai bekerja menargetkan target-target yang telah ditentukan sesuai dengan fase-fasenya. Jika musuhnya mengendor, maka Amerika akan mendektekan syarat-syarat kepada mereka. Namun jika musuhnya terus bertahan atas pukulan-pukulan tersebut, maka Amerika akan menjalankan tahapan fase selanjutnya.

Inilah ringkasan program-program musuh, Amerika, yang membutuhkan sikap strategis umat Islam pada umumnya, dan secara khusus kepada para ulama, jihadi, aktivis pergerakan Islam, dan generasi umat Islam yang memiliki perhatian terhadap hal ini. Mereka harus bekerja merealisasikan keinginan Rabb mereka yang selaras dengan strategi yang sesuai dengan syariat.

Mereka harus bersatu, bukan berpecah-belah;  tetap teguh dan tidak menyingkir untuk menghadapi serangan Salibis-Yahudi. Allah ta’ala berfirman, “Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Rabbmu, maka sembahlah Aku” [QS. Al-Anbiya: 92]. Dan juga firman-Nya, “Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Rabbmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” [QS. Al-Mukminun: 52].

Setiap mereka—dari pergerakan dan organisasi Islam politik, jihadi, dan dakwah manapun—yang mengaku bahwa Amerika, Yahudi, Barat, dan Timur tidak memusuhi mereka, hendaknya mengetahui bahwa fase mereka akan segera tiba dan waktunya tidak lagi jauh. (SM)

 

Sumber: jihadology.net

 

Baca juga, PERMAINAN DI MEDIA MAINSTREAM PARA VETERAN INTELIJEN