Duniaekspress, 13 Februari 2018. – Washington – Pasca pengumuman Washington untuk memperluas eskalasi serangan udara di Afghanistan, sejauh ini diakui belum memberikan efek riil secara signifikan dalam perang melawan Thaliban. Namun di sisi lain, Amerika mencoba menyasar faksi-faksi jihadis non-Thaliban di Afghanistan utara yang selama beberapa tahun luput dari serangan.

Image result for mujahidin uighur

anak-anak uighur sedang i’dad

Di awal invasi AS ke Afghanistan satu setengah dekade yang lalu, pejuang-pejuang jihadis Uighur yang tergabung dalam organisasi ETIM (Gerakan Islam Turkistan Timur) kerap menjadi target serangan darat & udara Amerika. Di tengah eskalasi militer Washington saat ini, daerah perbatasan Afghan-Cina di bagian utara kembali menjadi fokus serangan yang secara khusus menargetkan mujahidin Uighur, termasuk elemen-elemen Taliban di area tersebut.

Para pengamat belum mengetahui alasan di balik serangan AS yang tiba-tiba meluas ke wilayah utara, meskipun sebelumnya NATO merilis pernyataan bahwa serangan lintas batas dianggap tidak aman. Otoritas komunis Cina sendiri yang sangat anti terhadap gerakan perlawanan Uighur nampaknya senang dengan “agresi” Amerika ini.

Pemerintah Cina menganggap ETIM sebagai gerakan separatis sekaligus organisasi teroris. ETIM muncul untuk melawan otoritas komunis Beijing yang sangat represif & diskriminatif terhadap komunitas Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. Muslim Uighur dilarang memperlihatkan syiar-syiar agama Islam seperti: jenggot, hijab, puasa Ramadhan, membaca al-Quran, bahkan soal makanan halal. Di waktu yang sama, otoritas Cina memaksakan program asimilasi yang akan menghilangkan identitas budaya dan agama warga Uighur (AB).

Sumber: Antiwar

 

Baca juga, IBNU UMAR AT-TURKISTANI SINGA MUDA UIGHUR