Duniaekspress, 15 Februaari 2018. – Amerika Serikat –  Beberapa korban dirawat karena luka-luka saat terjadi penembakan pada hari Rabu (14/2/2018) di Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida.

Media lokal melaporkan sebanyak 20 orang kemungkinan terluka.

Deputi berada di tempat kejadian dan penembak tetap pada umumnya, kantor Sheriff Broward mengatakan di Twitter, lansir Anadolu Agency.

Orang-orang disarankan untuk menghindari area tersebut.

Rekaman adegan menggambarkan siswa dikawal keluar dari sekolah dalam kelompok kecil di tengah banyaknya polisi yang berjaga.

Donald Trump telah menyadari situasi tersebut, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Anggota kongres Florida Frederica Wilson menyebut penembakan tersebut “memilukan” di Twitter, mengirimkan perhatian dan doanya kepada para korban.

“Sungguh menyedihkan bahwa insiden bersenjata ini terus terjadi di sekolah-sekolah, tempat di mana anak-anak kita seharusnya merasa dan menjadi yang paling aman!” dia menambahkan.

Polisi menggambarkan situasi itu sebagai “situasi aktif” ketika mereka mencari kemungkinan adanya penembak lain. FBI juga melakukan penyelidikan.

Beberapa korban tampak dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Sejumlah siswa mengatakan semua hal di dalam sekolah tampaknya normal ketika terdengar alarm kebakaran. Mereka mengatakan mendengar beberapa letusan senjata api ketika meninggalkan gedung sekolah, dan sejumlah siswa berlari kembali ke dalam sekolah untuk berlindung.

Polisi dan tim medis mengelilingi lokasi dan menyerukan kepada setiap orang yang tidak seharusnya berada di lingkungan itu untuk menjauh.

Presiden Donald Trump menyampaikan “doa dan belasungkawa” kepada korban dan keluarga mereka lewat Twitter. “Tidak seorang siswa, guru atau siapapun seharusnya merasa tidak aman di sekolah Amerika,” cuitnya.

Tetapi Senator Chris Murphy dari negara bagian Connecticut menyalahkan Kongres atas apa yang disebutnya sebagai “momok” penembakan di sekolah. “Apa yang terjadi di sini bukan suatu kebetulan, atau karena nasib buruk, tetapi karena konsekuensi atas apa yang tidak dilakukan. Kita bertanggungjawab atas kekejian massal yang terjadi di negara ini, yang tidak ada bandingannya dimana pun juga,” ujar Murphy.

Connecticut adalah negara bagian di mana terjadi insiden penembakan di sekolah dasar Sandy Hook tahun 2012, yang menewaskan 20 siswa dan enam guru.

Sumber : Anadolu Agency

 

 

Baca juga, NEGARA ASEAN BEKERJASAMA TANGGULANGI TERORISME