Duniaekspress, 18 Februari 2018. – Gaza – Hamas secara tegas menolak rencana “perdamaian” usulan Amerika Serikat karena tidak menguntungkan bagi bangsa Palestina. Moussa Abu Marzouk mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak pernah bersatu dalam proyek apapun, kecuali “perlawanan”.

“Setiap proyek yang ditolak oleh rakyat Palestina tidak akan bebas,” kata petinggi Hamas itu di Twitter pada Sabtu (17/02/2018).

Dia mengomentari laporan media tentang rencana “Deal of the Century” yang diusulkan AS. Rencana itu seolah-olah dimaksudkan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang berlangsung puluhan tahun.

Bulan lalu, Anadolu Agency mengungkapkan rincian itu, yang isinya seluruh kota Yerusalem dan blok-blok permukiman besar ke Israel akan dicaplok sebagai ganti pendirian sebuah negara Palestina yang didemiliterisasi.

Rencana itut juga menyerukan agar membuat 12.000 penghuni desa Tepi Barat, Abu Dis, yang berbatasan dengan Yerusalem, sebagai ibu kota sebuah negara Palestina masa depan, bukan Yerusalem Timur. Padahal rakyat Palestina berharap bahwa kota tersebut pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.

Rencana yang diusulkan tersebut juga menyerukan pengakuan Israel sebagai negara Yahudi, menjaga wilayah perairan dan wilayah udara di bawah kendali Israel dan mencapai “solusi yang adil” terhadap isu pengungsi Palestina.

Rencana itu dilakukan di tengah sebuah kecaman di seluruh dunia mengenai keputusan Presiden AS Donald Trump bulan lalu untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sumber: World Bulletin

 

Baca juga, HAMAS SERUKAN AKHIRI PROSES PERDAMAIAN DENGAN ISRAEL