Duniaekspess, 18 Februari 2018. – Kabul – Serangan-serangan masif dan mematikan tiada henti terus dilancarkan Mujahidin Imarah Islam (Thaliban) terhadap pasukan penjajah asing beserta antek-antek sekutu lokal mereka di seluruh Afghanistan. Banyak wilayah telah berhasil dibebaskan. Berbagai jenis senjata berat dan ringan dalam jumlah besar plus amunisinya berhasil dirampas sebagai ghanimah. Dan kekuatan musuh pun satu persatu telah dihancurkan di semua front.

Bila musim dingin tiba, medan-medan jihad biasanya kurang aktif atau relatif menurun intensitas amaliyatnya. Namun winter saat ini sungguh berbeda, karena Mujahidin terus “memanaskan” parit-parit mereka yang bersalju dalam rangka mempertahankan agama dan negeri mereka dengan aktifitas-aktifitas jihadi di sepanjang musim dingin.

Berikut ini adalah sejumlah amaliyat yang berhasil dirangkum:

Baru-baru ini, Mujahidin Thaliban melancarkan serangan berskala besar ke sebuah markas strategis militer lokal Afghan di area Qala Zaagh, di dekat distrik Chura provinsi Uruzgan. Dalam serangan ini Mujahidin berhasil menguasai penuh markas besar milik musuh. Tiga tentara Afghan tewas di dalam markas, sementara sebagian besar lainnya kabur melarikan diri. Berbagai persenjataan dalam jumlah besar berhasil diperoleh Mujahidin secara gratis.

Serangan efektif lainnya dilancarkan Mujahidin ke sebuah pos militer milisi Arbaki di area Zabar, distrik Marja di provinsi Helmand. Setelah menghadapi perlawanan yang tak berarti, pos berhasil diambil alih secara penuh oleh Mujahidin. Serangan yang menggunakan taktik “raid” ala komando oleh pejuang-pejuang Thaliban ini berhasil menewaskan enam milisi antek musuh. Senjata dan amunisi dalam jumlah signifikan menjadi milik Mujahidin.

Pertempuran sengit pecah antara Mujahidin dengan pasukan lokal boneka asing di area Sulaiman Zai, distrik Deh-i-Yak provinsi Ghazni. Pertempuran bermula ketika pasukan musuh memasuki area tersebut untuk menggelar operasi militer. Sebuah tank militer Afghan merayap pelan dan disambut oleh peluru RPG, sementara satu tank lainnya hancur setelah melindas ranjau IEDs yang ditanam pejuang-pejuang Thaliban. Tujuh pasukan boneka tewas dan delapan lainnya terluka. Usai pertempuran, musuh membalas dengan bombardir yang membabi buta ke area tersebut menyebabkan seorang warga sipil gugur dan melukai beberapa lainnya. Setelah puas membom sana sini, musuh pergi meninggalkan area tanpa hasil.

Di distrik Nawa provinsi Helmand, pasukan Thaliban menggunakan senjata berat dan ringan untuk menyerang 2 pos milisi Arkabi secara simultan. Kedua pos musuh berhasil diambil alih. Dua belas milisi pro-asing ditemukan tewas di dalam pos, sementara beberapa lainnya kabur menyelamatkan diri. Seluruh persenjataan berat maupun ringan ditinggalkan begitu saja dan “diserahkan” kepada Mujahidin.

Di Afghanistan utara, serangan mematikan dilancarkan oleh para pejuang pemberani Imarah Islam ke jantung area Faiz Abad di pusat kota Jenderal Malik, distrik Tagab provinsi Faryab. Pusat kota berhasil dikuasai penuh Mujahidin. Para milisi melarikan diri meninggalkan area karena banyak yang menjadi korban tewas dan terluka. Lusinan senjata berat dan ringan tergeletak begitu saja ditinggalkan pemiliknya sehingga menambah daftar inventaris arsenal Thaliban. Sebelumnya, area yang sama pernah dipecundangi Mujahidin yang menewaskan 7 tentara pro-asing termasuk komandan mereka yang bernama Nimat.

Di selatan Afghanistan, amaliyat terjadi di area Khurbin, dekat distrik Yousuf Khail provinsi Pakika. Pasukan musuh yang sedang menggelar operasi militer mendapat serangan dadakan dari Mujahidin. Sebuah tank dan mobil SUV Ranger musuh hancur. Tiga tentara Afghan meregang nyawa dan tiga lainnya terluka serius. Pertempuran ini berakhir dengan kekalahan telak musuh.

Di daerah pinggiran di kota Qala-i-Nao di pusat provinsi Badghis, Mujahidin menghadang konvoi musuh dengan serangan tak terduga menggunakan berbagai senjata berat dan ringan. Kontak senjata berlangsung hingga satu jam. Tiga tentara boneka terluka parah, sementara lainnya kabur alias “missing in action”. Atas perlindungan Allah SWT, tidak ada korban maupun kerugian signifikan di pihak Mujahidin.

Meskipun musuh terus meningkatkan serangan brutal mereka termasuk bombardemen yang tidak membedakan target, mereka tetap gagal meraih kemajuan signifikan. Sebaliknya, musuh banyak kehilangan kontrol atas wilayah yang luas akibat kekalahan beruntun terus menerus. Selanjutnya, entitas musuh mulai menebar propaganda hitam terhadap Mujahidin untuk menutupi aib kekalahan mereka, dan untuk menaikkan kembali semangat tempur pasukan. Walaupun demikian, upaya musuh tersebut akan sia-sia karena Mujahidin akan terus memburu pasukan mereka yang hanya mencari uang. Dengan semakin luasnya wilayah yang dibebaskan oleh Mujahidin, maka ruang gerak pasukan musuh pro-asing pun akan semakin sempit.

Sumber: Situs Resmi Thaliban

 

 

Baca juga, RAKYAT AFGHANISTAN MENJADI KORBAN KEBIADABAN AMERIKA, ATAS NAMA PERANG MELAWAN TERORISME