Duniaekspress, 19 Februari 2018. – Rusia – Seorang pria di provinsi Dagestan, Rusia selatan, menembaki kerumunan yang meninggalkan sebuah gereja pada hari Ahad (18/02/2019), menewaskan lima orang dan melukai sedikitnya lima lainnya, kantor berita Rusia melaporkan, mengutip kementerian kesehatan setempat.

Serangan tersebut terjadi di desa Kizlyar di republik Dagestan yang mayoritas Muslim, kata beberapa agensi, kantor berita AP melaporkan Ahad (18/2/2018).

Tiba-tiba ISIS mengaku bertanggung jawab atas penembakan tersebut, kantor berita Amaq melaporkan, namun tidak segera memberikan bukti untuk klaim tersebut.

Dagestan adalah Republik kecil di pegunungan Kaukasus yang berbatasan dengan Chechnya. Moskow telah memimpin dua perang melawan faksi bersenjata di Dagestan sejak keruntuhan Soviet pada tahun 1991. Sejumlah besar orang di Dagestan juga telah bergabung dengan kelompok bersenjata di Suriah.

Kantor berita Rusia mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi saat pengunjung gereja merayakan Maslenitsa, sebuah hari libur Kristen yang menandai hari terakhir sebelum pra-Paskah sesuai kalender Orthodox timur.

Penyerang diidentifikasi sebagai warga lokal wilayah tersebut berusia 22 tahun, kantor berita TASS mengatakan, mengutip komite investigasi.

Dia ditembak dan dibunuh oleh petugas keamanan yang bertugas di dekatnya, kata TASS, menambahkan bahwa senapan, peluru, dan pisau berburu ditemukan di tubuhnya.

Laporan awal menyatakan bahwa kelima korban adalah wanita, kata TASS, mengutip cabang lokal kementerian dalam negeri.

Korban luka termasuk dua anggota dinas keamanan setempat dan dua warga sipil, yang juga wanita, kata kantor berita Interfax.