Duniaekspress, 21 Februari 2018. – Ash-Shahaab, divisi penerangan Al-Qaidah pusat,  merilis kembali buletin mereka, An-Nafir. Di edisi yang ke-22 (Jumadal Ula 1439/ Februari 2018), An-Nafir menjelaskan tentang nilai strategis perang gerilya dan perang pengurasan dalam usaha mengalahkan kekuatan kekufuran global, terutama Amerika. Karena perang gerilya dan perang pengurasan merupakan perang jangka panjang (long war), An-Nafir menganjurkan pada jihadis untuk menjaga kesabaran dan keteguhan, serta meneruskan estafet perlawanan terhadap kekuatan Amerika. Perang kesabaran dan keteguhan akan mampu menghantarkan kebangkrutan ekonomi Amerika.

Berikut terjemahan lengkapnya:

MINGGU GILA

Setelah serangan yang diberkahi, 11 Sepetember, saat itu, perhatian sebagian besar saudara-saudara (kita) mengikuti kabar tentang jumlah korban meninggal dan luka di barisan musuh, Zionis-Salibis. Syaikh Usamah bin Laden—rahimahullah—justru lebih perhatian terhadap berita-berita ekonomi. Beliau ikuti berbagai perubahan besar dan goncangan yang memporak-porandakan perekonomian kekufuran global. Selama memimpin pertempuran melawan koalisi Zionis-Salibis, beliau—rahimahullah—selalu fokus pada sudut pandang ekonomi dan berusaha membacanya bersama rekan-rekannya yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang tersebut.

Syaikh (Usamah)—rahimahullah—bersama rekan-rekannya lantas memahami bahwa untuk menghancurkan kekufuran global bisa dilakukan dengan menargetkan dan menghancurkan penopang-penopang perekonomian tersebut, yaitu dengan (tujuan) menargetkan kepercayaan diri Barat yang dapat terpengaruh menjadi positif atau negatif tergantung sejauh mana mereka merasakan keamanan atau tidak.

Alhamdulillah, sejak serangan yang diberkahi itu, perekonomian kekufuran global hampir-hampir tidak pernah lolos dari krisis, sebelum  krisis yang lain tiba. Setiap usaha mereka untuk merehabilitasi ekonomi mereka dan untuk keluar dari berbagai rentetan pengaruh serangan tersebut—alhamdulillah—berakhir dengan kegagalan.

Bahkan perekonomian mereka jatuh terombang-ambing dan memasuki lobang gelap. Hutang publik Amerika telah mencapai angka fantantis yaitu melebihi 20 triliyun dolar, artinya lebih 125 % dari produksi bruto dalam negeri. Banyak analis dan ekonom yang menyimpulkan bahwa perekonomian Amerika terancam hancur total disebabkan kenaikan (angka hutang) yang berbahaya ini dan belum pernah terjadi sebelumnya, di mana hutang publik pemimpin kekufuran global, Amerika, mencapai angka tersebut.

Kabar mengembirakan itu pun hadir pada minggu lalu, dan yang dinamai dengan minggu kegilaan. Ini disebabkan semakin bertambahnya goncangan dan ketidakstabilan dalam pasar modal  Amerika dan global, di mana saham bursa utama Amerika dan global jatuh tajam melebihi 10%, dalam suatu gerakan perekonomian yang tidak bisa dipahami bahkan oleh pemimpin berhala hari ini, Amerika, yaitu Trump.Kemunduran ini terjadi meski dinyatakan bahwa angka perekonomian cenderung positif dalam nisbah pengangguran dan pertambahan pertumbuhan ekonomi.

Trump juga menegaskan keheranannya di akhir tweet-nya terhadap apa yang terjadi. Ia mengatakan, “Dulu,  tatkala tersebar berita baik maka pasar modal akan ikut naik. Kini, ketika kabar baik disampaikan, justru pasar modal mengalami penurunan. Ini adalah kesalahan besar …”. Betul, ini adalah lobang gelap di mana para jihadis ikut berperan dalam menjerumuskan Amerika ke dalamnya. Dengan pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan mereka—dalam penilaian kami dan Allah lebih tepat penilaian-Nya—maka dengan izin, kekuatan, dan kekuasaan Allah, Amerika tidak akan pernah keluar darinya kecuali dalam kondisi letih dan hancur yang mengantarkan pada kegagalan dan kebinasaannya.

Salah seorang petinggi Partai Republik, Judd Gregg, wakil Partai Republik dari distrik New Hampshire, pernah ditanya tentang penyebab-penyebab krisis tatkala terjadi krisis ekonomi tahun 2008, “Pada tahun 2000, diharapkan akan ada peningkatan anggaran setelah beberapa keberuntungan ekonomi  dan setelah pekerjaan serius, kemudian terjadi pengurangan pajak yang sangat besar. Dengan membaca fenomena itu dengan seksama, apakah Anda menganggap ini salah?”

Ia menjawab, “Sama sekali tidak. Penambahan itu benar-benar terjadi dan kami tidak menguranginya disebabkan penurunan pajak. Kami menguranginya disebabkan serangan 11 September yang berpengaruh pada perekonomian. Anda harus ingat bahwa peristiwa 11 September merupakan bencana besar bagi bangsa kita. Ia telah membuat kita memenaj ulang kembali bangsa kita  dari berbagai aspek. Dan di antara dampak nyata dalam usaha memenaj ulang itu kita harus berhadapan dengan kemerosotan ekonomi yang dalam.”

Kemerosotan ekonomi yang dalam tersebut semakin bertambah dengan masuknya Amerika dalam perang ‘pengurasan’ di Irak dan Afghanistan. Bahkan perang Afghanstan merupakan perang terpanjang yang dimasuki Amerika dalam sejarah mereka, dan sampai hari ini Amerika belum berhasil keluar dari sana.

Ini dari satu sisi, sementara dari sisi yang lain—dan ini lebih penting, perekomonian kekufuran global juga sedang mengalami faktor-faktor yang mengantarkannya pada  kebangkrutan, kehancuran dan keambrukan. Perekomonian tersebut bertopang pada sistem riba dalam bentuknya yang paling buruk. Sementara Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam kitab-Nya, “Jika kamu tidak melaksanakannya (berhenti mempraktekkan riba), maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya.”

Cukuplah Allah memerangi mereka supaya Dia menghancurkan mereka semua dan membuat mereka melarikan diri ke belakang. Para jihadis dari kalangan umat Islam hanya wajib menambah kesabaran, keteguhan, dan meneruskan jihad mereka melawan kekufuran global, terutama Amerika. Pertolongan dan kemenangan pasti akan tiba, dengan izin Allah. Kuatkanlah tekad kalian. Teguhkanlah hati kalian. Terus meneruslah menargetkan kepentingan perekomonian Amerika di dalam dan luar negeri mereka.

Dan kalian wahai umat Islam! Berdirilah di samping anak-anak kalian dari kalangan jihadis di setiap medan jihad yang telah dibukakan pintu-pintunya di sebagian besar negeri umat Islam. Bantulah mereka dengan darah yang baru, dan dukunglah mereka dengan rezeki berupa harta dan personal yang Allah anugerahkan kepada kalian. (Allah SWT berfirman), “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” [QS. At-Taubah: 41].

Dan seruan khusus buat tentara-tentara Emarah Islam Afghanistan, hendaknya kalian memperlihatkan kepada Allah apa yang Dia sukai; lanjutkanlah jihad, perang, dan menguras emperium buruk, Amerika, hingga ia bernasib sama dengan imperium-imperium kekufuran pendahulu mereka seperti emperium Inggris dan Uni Soviet. Dulu, tempat kuburan mereka adalah bumi yang penuh kemuliaan, Khurasan.

Edisi kali ini akan kami akhiri dengan kata-kata yang penuh dengan keyakinan akan pertolongan Allah, yang diucapkan oleh syahidul Islam, Usamah bin Laden—rahimahullah. Ia berkata, “Di samping keberhasilan kita (dahulu) melancarkan perang gerilya dan perang pengurasan untuk menggoyang kekuatan besar yang zalim, dengan keberhasilan kita bersama para jihadis menguras Rusia selama sepuluh tahun hingga mereka—dengan karunia Allah—bangkrut  sehingga mereka terpaksa hengkang dalam kondisi kalah, Alhamdulillah atas berbagai kerunian-Nya, kita akan terus melakukan politik ini untuk menguras Amerika hingga mereka mengalami kebangkrutan, dengan izin Allah. Demikian itu tidak sukar bagi Allah Yang Mahaperkasa.”

 

Sumber: jihadology.net

 

 

Baca juga, MEDIA AL-QAIDAH RILIS METODE AMERIKA KALAHKAN MUSUH-MUSUHNYA