Duniaekspress, 22 Februari 2018. –Damskus – Kondisi Ghouta Timur kian memburuk, korban jiwa terus berjatuhan. Serangan udara semakin sering, warga pun tak dapat menghindar.

Al Jazeera mengabarkan, mengutip hasil laporan lembaga pemantau perang Suriah, serangan paling mematikan terjadi pada Selasa (20/02/2018). Di mana dalam satu hari, lebih dari seratus orang dinyatakan tewas.

“Dari kemarin sampai saat ini, berbagai serangan menghantam tempat tinggal kami,” ungkap Syams, ibu dua anak dari Ghouta Timur.

Sementara dalam 48 jam terakhir, ditotal korban tewas menembus hingga 250 jiwa. Angka itu terhitung dalam kurun waktu yang sangat singkat. Sehingga serangan bila terus berlanjut, kerugian yang ditimbulkan dapat melebihi serangan kimia di Ghauta pada 2013 silam.

Khalid Abulabed, seorang dokter dari rumah sakit lapangan di pinggiran Damaskus menyebutkan bahwa kondisi Ghouta Timur sebagai “kegilaan dan bencana”.

“Tidak ada terkecuali, apakah itu sekolah, perubahan, pasar semuanya ditembaki. Bahkan, korban jiwa dan luka meningkat drastis,” ungkapnya.

Kerugian lainnya ialah kondisi enam rumah sakit yang makin memburuk pasca serangan. Akibatnya, para korban kesulitan untuk diselamatkan karena banyaknya rumah sakit yang mengalami rusak parah dan tak beroperasi.

“Saya terkejut dan tertekan oleh laporan serangan mengerikan terhadap enam rumah sakit di Ghouta Timur selama 48 jam terakhir,” kata Panos Moumtzis, koordinator kemanusiaan regional PBB untuk krisis Suriah.

Sumber: Al Jazeera

 

Baca juga, REZIM DAN SEKUTUNYA BOMBARDIR GHOUTA, RATUSAN WARGA TERBUNUH