Dunaieskpress, 23 Februari 2018. – Burkina Faso – Departemen Luar Negeri AS pada hari Selasa (20/02/2018) kembali menambahkan kelompok jihadis asal Burkina Faso, yaitu Ansharul Islam yang terkait dengan al-Qaidah di Mali, ke dalam daftar penetapan khusus organisasi teroris global. Menurut Deplu AS, Ansharul Islam terlibat dalam berbagai serangan di bagian utara Burkina Faso di dekat perbatasan Mali.

Ansharul Islam dibentuk pada tahun 2016 di kawasan hutan Mondoro, Mali, oleh Boureima Dicko, seorang imam setempat yang juga dikenal dengan nama Ibrahim Dicko. Awalnya, Dicko ingin menghubungkan kelompoknya itu dengan Ansharuddin yang bernaung di bawah AQIM (al-Qaeda in the Islamic Maghreb) pada tahun 2013. Belum sempat mewujudkan keinginannya tersebut, Dicko tertangkap oleh pasukan Perancis dan kemudian dibebaskan pada tahun 2015. Awal 2017, Dicko dikabarkan terbunuh, lalu posisinya digantikan oleh adiknya, yaitu Ja’far.

Ja’far sempat bergabung dengan Katibah Macina (MLF) di bawah Ansharuddin di selatan Mali sebelum aktif di Ansharul Islam. Menurut sebuah sumber, pemimpin Katibah Macina, Amadou Kouffa, berperan penting dalam melatih Ansharul Islam.

Ansharul Islam sendiri memulai debutnya dengan sebuah serangan pada bulan Desember 2016 di kota Nassoumbou, Burkina Faso utara, yang memakan korban sedikitnya 12 tentara tewas. Insiden yang merupakan serangan terbesar di Burkina Faso itu juga melibatkan anggota-anggota Katibah Macina dan Katibah Serma. Keduanya di bawah struktural Ansharuddin. Selanjutnya, Ansharul Islam mulai banyak terlibat dalam berbagai serangan di Mali bagian tengah yang berkolaborasi dengan kedua unit katibah tersebut. Deplu AS secara khusus menyebut rekam jejak serangan Ansharul Islam.

Ansharul Islam memperoleh pelatihan dan dukungan yang sangat besar dari Katibah Macina dan Katibah Serma. Pada bulan Maret 2017, Ansharuddin beserta unit-unit underbow-nya, AQIM di Sahara, dan al-Murabithun bergabung dan melebur menjadi kelompok baru, yaitu JNIM (Jama’ah Nusrah lil Islam wal Muslimin). Belum ada data sejauh apa peran Ansharul Islam di dalam tubuh konglomerasi jihadis (JNIM) tersebut. Menurut sebuah sumber yang sama, Ansharul Islam masih sangat terkait dengan JNIM, baik secara ideologi, operasional, maupun logistik.

JNIM dan kelompok-kelompok yang tergabung di dalamnya sudah lama beroperasi di Burkina Faso dengan melancarkan amaliyat-amaliyat seperti penculikan terhadap pemimpin musuh dan serangan-serangan berprofil tinggi di ibukota Ouagadougou. Ansharus Islam mereprestasikan sebuah unit atau front baru yang membawa misi al-Qaidah dalam menebarkan ideologi dan operasi militer di Burkina Faso.

Ansharul Islam dan JNIM menjadi entitas yang paling bertanggung jawab atas berbagai serangan jihadis selama 2017. Intensitas aksi-aksi mereka terus meningkat sejak 2016, dan diprediksi ke depan belum ada tanda-tanda menurun grafiknya. Menyikapi fenomena ini, AS menyalahkan komunitas penduduk setempat yang mereka tuding banyak membantu dalam proses perekrutan dan regenerasi jihadis.

Sumber: Long War Journal

Baca juga, PERNYATAAN MUJAHIDIN AQAP DAN AQIM ATAS PENANGKAPAN ULAMA ARAB SAUDI