Respon Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami juga dikenal dengan Syaikh Abdurrohim ‘Atun *

Atas Tawaran Pengadilan Syariah untuk Berdamai dengan Zanki

*(Dewan Syuro Haiah Tahrir Syam)

Duniaekspress, 24 Februari 2018. – Atas nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikutinya, serta untuk apa-apa yang dikaruniakan.

Adapun terkait pernyataan para ulama yang mulia soal tawaran pengadilan. Para ulama telah mengunjungi kami dua hari yang lalu dan mengajukan masalah pengadilan, dan kami telah membahasnya dalam waktu lama, bukan tentang menerima pengadilan atau tidak, tapi soal berikut ini.
Kami mengatakan kepada para ulama tentang tiga bahaya:

1. Dekatnya daerah jangkauan antara pedesaan Aleppo barat dengan daerah Operasi Perisai Eufrat (Euphrates Shield Operation) dan Operasi Ranting Zaitun (Olive Branch operation) lintas batas (Dua Operasi militer Turki untuk memerangi Kurdi), dan bahaya yang tak terduga ini tidak hanya berdampak bagi Haiah Tahrir Syam, tetapi kepada kita semua, para ulama, bagi Jihad itu sendiri dan arena secara keseluruhan.

Dan Zanki adalah faksi yang berada di perbatasan pertama antara kami dan wilayah itu (operasi).

Apalagi telah dikonfirmasi kepada kami bahwa Zanki berkoordinasi dengan Jaysh Al-Thuwar (SDF/Kurdi Atheis) dan memasukkan anggota-anggota SDF untuk memerangi Haiah Tahrir Syam.

Dan kami telah menginformasikan kepada para ulama tentang hal ini dan mereka setuju dengan bahaya yang disebutkan di atas (Jangkauan wilayah Operasi Perisai Eufrat) dari satu perspektif, dan mereka menyetujui uraian kami.

Namun, mereka tidak memberi kami jaminan praktis sehubungan dengan pengadilan yang diharapkan, untuk mencegah hal ini (pengkhianatan Zanki) terjadi kembali, karena pengadilan tidak memiliki sarana yang diperlukan untuk peradilan tersebut.

2 – Zanki telah melakukan operasi militer yang sistematis dan terorganisir terhadap kami. Apa jaminan untuk menghentikan mereka dari melancarkan serangan (khianat) oleh pengadilan?

Karena pengadilan tidak memiliki kekuatan melaksanakan apapun untuk mencegah Zanki.

Dan diketahui, bahwa tidak ada manfaat berbicara kebenaran jika tidak bisa dilaksanakan, terutama karena kami sudah banyak menderita dari ini sebelumnya.

3 – Zanki baru-baru ini memperluas hubungan luar negerinya ke tingkat yang berbahaya, saat mereka memasuki sebuah proyek baru dengan Amerika, di samping rencana mereka dengan negara lain. Ini sangat berbahaya bagi arena jihad secara umum dan bagi kita secara spesifik.

Bahkan jika beberapa tidak setuju dengan kami selama ini, kita memiliki pelajaran di Astana (Perjanjian di Kazakhztan antara FSA-Rusia-Iran-Turki).

Seperti yang telah kami peringatkan terhadap perjanjian itu dan konsekuensi bencana darinya, tidak ada yang yakin dengan kata-kata kami pada saat itu, akhirnya persekongkolan disahkan oleh partisipasi orang-orang yang berpartisipasi, di bawah pendengaran dan penglihatan banyak ulama dan lain-lain;

Dan saya tidak berbicara tentang para ulama yang mengunjungi kami secara spesifik.

Dan pada akhirnya, tidak ada jaminan praktis yang akan mencegah pengulangan hal-hal seperti ini.

Inilah asal usul masalahnya, karena tugas para ulama tidak terbatas hanya memisahkan pada saat terjadi perselisihan, atau hanya menunjukkan faksi mana yang melanggar.

Melainkan mereka harus melakukan sejumlah tanggung jawab yang dipercayakan Allah kepada mereka.

Yang terpenting: (tugas ulama) menunjukkan hukum Allah dalam kasus baru (yang perlu ijtihad) tersebut (Nawaazil) terlebih dahulu, dan melakukan tindakan hukum dan praktis yang diperlukan untuk kedua hal ini.

Bila mereka tidak dapat mengatasi masalah ini yang merupakan akar penyebab masalah, bagaimana mereka bisa meminta dari kita untuk mengatasi gejalanya saja, sementara penyebab penyakit ini tetap ada ?!

Wahai para ulama: obatilah akar penyebabnya terlebih dahulu, ketika kita berhasil, gejala itu akan mudah diobati.

Pengadilan akan menjadi mudah, praktis dan serius. Bahkan, mungkin kita tidak memerlukan pengadilan sama sekali.

Pada intinya di atas: kami setuju dengan para ulama terkait penggambaran mengenai realitas dan bahaya, dan kami saling memahami satu sama lain, namun kami berbeda tentang metode pengobatan dan solusi yang diajukan.

Pengadilan adalah salah satu solusi yang mereka ajukan di antara solusi yang diajukan lainnya, dan kami mendiskusikan dengan mereka soal upaya membuat jaminan bahwa pengadilan tersebut tidak akan berubah menjadi instrumen yang dengannya mereka (Zanki) dapat melarikan diri dan melarikan diri lagi serta mengulur waktu, hanya untuk kembali perbuatan awal mereka tanpa hasil praktis dan jaminan praktis dalam hal ini.

Dalam konteks ini kami mengatakan: jika Zanki benar-benar serius soal pengadilan, lalu mengapa mereka menyerang kami dari empat penjuru?

Dan ketika usaha tersebut gagal, mereka mengangkat slogan untuk menerima pengadilan.

Sebelum disimpulkan: kami tegaskan bahwa ini bukan soal penolakan terhadap pengadilan apalagi perdamaian, melainkan masalahnya adalah tentang memastikan pelaksanaan apa yang akan diputuskan oleh pengadilan.

Dan sebelum itu: jaminan untuk mengobati akar permasalahan. Tanpa ini, kami meminta mereka yang menuduh kami tidak tunduk ke pengadilan untuk melihat kata-kata dan posisi kami dengan wawasan.

Akhirnya: jika ada keseriusan dalam mengobati akar penyebab masalah di arena jihad, maka kami siap untuk itu, namun jika masalah tersebut direduksi menjadi kasus pengadilan atau hanya pernyataan tentang siapa yang melakukan pelanggaran, maka ini akan bergeser dari akar masalah, ke persoalan cabang-cabangnya semata.

Solusi apa pun yang memastikan bahwa keseluruhan masalah akan ditangani dengan serius tanpa menguranginya, maka kami puas dengan hal itu dan akan mendukungnya.

Dan kami menghargai, upaya setiap orang yang berusaha mengatasi penderitaan ini, upaya dari empat ulama dan pihak lain yang ingin menghentikan pertumpahan darah serta pertempuran.

Segala puji bagi Allah Robb semesta Alam”

sumber : Ahmad Fursan
💡Jurnalis lepas💡
📢 💻 di Maktab Ilami Suriah 📹 

 

 

Baca juga, FRONT PEMBEBASAN SURIYAH JTS (JABHAH TAHRIR SURIYAH) KOLABORASI NURUDIN ZANKY DENGAN AHRAR SYAM