Duniaekspress, 27 Februari 2018. – Mogadishu – Menyusul dua serangan bom mobil di ibukota Mogadishu pada hari Jumat (23/02/2018) pekan lalu, seorang pejabat senior Somalia mengatakan bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi 45 dari laporan awal sebanyak 18 orang. Kelompok Al-Syabaab cabang al-Qaidah menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di dekat sebuah hotel dan istana presiden.

“Jumlah korban yang tewas akibat serangan tadi malam melonjak menjadi 45 orang, 36 orang lainnya menderita luka-luka,” kata pejabat senior tersebut dengan kondisi anonim kepada Reuters. Di tempat terpisah, seorang pejabat kepolisian mengaku dirinya yakin jumlah korban tewas 36 orang.

“Sedikitnya 15 orang tewas, termasuk seorang perwira militer dan seorang pejabat lokal di luar komplek istana dalam serangan tadi malam, sementara lebih banyak lagi yang menjadi korban luka-luka. Sebagian besar korban adalah para anggota paspampres, dan sisanya merupakan pengawal resmi pejabat pemerintah. Kemungkinan jumlah korban tewas akan terus bertambah,” kata Mayor Mohamed Abdullahi kepada Reuters pada hari Sabtu.

“Di hotel, yang tewas 21 orang. Jadi jumlah korban keseluruhan menurut data yang saya punya sebanyak 36 orang, sementara lebih banyak lagi mengalami luka-luka,” imbuhnya. Jumlah korban yang dievakuasi ambulan pada hari Jumat sebanyak 18, dan pada hari Sabtu data ter-update menjadi 21 orang.

Dari sejumlah foto wartawan Reuters terlihat 5 unit kendaraan hancur terbakar di luar lokasi hotel yang kerap dikunjungi orang-orang asing. Sebagian tembok pembatas ikut hancur terkena efek ledakan. Al-Syabaab mengumumkan pejuang-pejuang mereka telah berhasil menewaskan 35 tentara Somalia, sementara mereka kehilangan 5 pejuang yang gugur selama amaliyat.

Kepala Pusat Penerangan operasi militer al-Syabaab, Abdiasis Abu Musab mengatakan, “Dari pihak kami, 5 orang termasuk dua sopir kami telah gugur. (Sementara) kami berhasil menewaskan 35 tentara…. dalam operasi militer tadi malam, mujahidin lainnya berhasil pulang dengan selamat”.

Di antara tujuan al-Syabaab adalah menggulingkan pemerintah Somalia yang pro-Barat, untuk kemudian menggantikannya dengan pemerintahan yang menerapkan supremasi Syariat Islam. Ratusan orang tewas di seluruh kawasan Afrika Timur selama satu dekade terakhir perang antara al-Syabaab dengan pemerintah pro-Barat. Pada bulan Oktober 2017, lebih dari 500 orang tewas akibat serangan bom di Mogadishu. Meski belum ada yang menyatakan bertanggung jawab, banyak pihak menuding al-Syabaab. Insiden Oktober ini merupakan serangan paling mematikan di Somalia sejak tahun 2007.

Sumber: The Peninsula Qatar

 

Baca juga, MUJAHIDIN SOMALIA, SERUKAN UMMAT ISLAM UNTUK BANTU ROHINGYA