Duniaekspress, 3 Maret 2018. – Pada edisinya yang ke-24, buletin Al-Qaidah, An-Nafir, mengutuk pembantaian Ghouta serta mengajak umat Islam bersatu untuk membela agama, menolong orang-orang tertindas, serta membendung makar-makar musuh. An-Nafir menyebut bahwa beberapa lembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan pemerintahan-pemerintahan (dunia) hanya sepakat meminta pertolongan, atau paling tidak menyatakannya laksana dalam kondisi mengantuk berat. Sedangkan mayoritasnya hanya menyampaikan statemen pengingkaran sambil malu-malu. Bahkan salah seorang ‘ulama penguasa’ justru malah mengingatkan umat Islam tentang peristiwa Holocaust di tengah pembantaian di Ghouta.

Berikut terjemahan lengkapnya:

GHOUTA DAN HOLOCAUST

 

Yahudi beserta pendukung kekufuran global di belakang mereka dari kedua sisinya, yaitu Barat dan Timur, serta para budak mereka yang berpakaian Arab dan Non-Arab, selama bertahun-tahun telah menjejali kepala kita dengan peristiwa yang mereka klaim sebagai Pembantaian Holocaust. Bahkan beberapa waktu terakhir, sekjen Rabithah Islam (Amerika) yang didanai oleh penguasa Keluarga Saud yang murtad tampil guna mengingatkan kita terhadap derita-derita zionis dalam sebuah ‘drama’ yang sudah bosan diulang-ulangi, bahkan, oleh para pendukung kekufuran itu sendiri.

Sementara Paus gereja Salibis dalam kunjungannya ke Myanmar tidak sepatah kata pun mengingkari pembantaian yang menimpa saudara-saudara kita, yang saat kunjungannya tersebut skalanya semakin meningkat. Hal ini merupakan bentuk penghormatannya terhadap perasaan Musyrikin Budha yang tidak pernah puas meneguk darah saudara-saudara kita kaum Muslimin.

Sejak beberapa dekade yang lalu, umat Islam selalu menjadi korban pembantaian yang paling mengenaskan, yang belum pernah dialami oleh umat-umat manusia yang lain.

Penjaga dunia yang penuh kemunafikan sama sekali tidak peduli terhadap teristiwa yang terjadi di Irak, Afghanistan, Yaman, Palestina, Kashmir, dan negeri-negeri kuam Muslimin lainnya. Kondisi kita hari ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi kita—shallallahi ‘alaihi wa sallam, “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang ada di atas hidangan,” Seorang sahabat lantas bertanya, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” Beliau menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut musuh kalian pada kewibawaan kalian, lalu mencampakkan ke dalam hati kalian Wahn.” Seseorang lalu bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa itu Wahn?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.”

Hari ini, seluruh kaum Muslimin mengikuti (berita) pembantaian dan kejahatan yang menimpa orang-orang lemah di kota Ghouta, benteng umat Islam. Foto-foto yang beredar tidak mampu dilihat oleh naluri (manusia) dan menggoncangkan hati mereka. Sementara musuh, Komunis-Nushairi yang didukung oleh kekufuran global tidak pernah mengecualikan para wanita, anak-anak kecil, dan orang-orang lanjut usia dari keganasan mereka.

Segala jenis senjata yang ada, termasuk senjata kimia dan bom cluster, digunakan untuk menyerang, mengebom, menghancurkan dan membumiratakan. Hasbunallahu wa ni’mal wakil. Sementara beberapa lembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan pemerintahan-pemerintahan (dunia) hanya sepakat meminta pertolongan, atau paling tidak menyatakannya laksana dalam kondisi mengantuk berat. Sedangkan mayoritasnya hanya menyampaikan statemen pengingkaran sambil malu-malu.

Duhai, sungguh telah lenyap seluruh kemuliaan kita, bahkan kotoran yang terlihat mata diperbolehkan mengelilingi kita

Di manakah  mereka yang menyeru kemerdekaan? Di manakah ketegaran? Dan di manakah kehalusan dan kekasaran?

Pedang-pedang mereka terhunus di jalan kebenaran, juga terhunus di jalan kerendahan, serta melalui tangan-tangan perngkhianat mereka menyembelih

Tanyailah Hama! Tanyailah Lebanon! Darah-darah kami masih menjadi kekayaannya setelah kemerajalelaan (mereka)

Wahai umat kebenaran! Luka semakin menganga. Siapakah gerangan yang bisa kita andalkan untuk membersihkan luka tersebut?

Benarlah sabda Rasulullah, “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah, mengikuti ekor sapi, ridha dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali pada agama kalian.” Dalam hadits yang mulia ini terdapat penyebab sekaligus solusi atas kondisi kehinaan dan kelemahan yang kita alami. Beliau menyebut penyakit seraya menjelaskan obatnya. Solusinya hanyalah jihad. “Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah, engkau tidak dibebani melainkan atas dirimu sendiri” [QS. An-Nisa`: 84]. Ya, wahai Muslim yang tercinta. Bangkitlah laksana bangkitnya singa yang tidak rela terhadap kehinaan. Tegakkanlah kepada Anda seraya mengharap ridha Allah dan demi membela agama dan umat Anda.

Kepada jamaah, lembaga, dan organisasi yang menisbahkan diri pada amal islami, hendaknya menyadari bahwa telah tiba waktunya untuk merapatkan barisan, menyatukan kekuatan, mengkoordinasikan misi untuk melawan permusuhan orang-orang kafir dalam setiap aspek. Hari ini memang Ghouta, namun besok bisa jadi Riyadh dan Rabat.

Sungguh, hati para jihadis senantiasa terbuka dan tangan mereka salalu terbentang untuk saling membantu dan menguatkan dalam perkara yang bisa memberi pelayanan pada agama, membela orang-orang yang lemah, serta membendung makar-makar musuh.

Sungguh, setiap butir peluru yang tidak mengarah pada musuh; setiap kata yang tidak menyeru pada persatuan umat Islam dan menghasung mereka untuk berjihad merupakan di antara yang akan dihisab atas kita pada hari kiamat kelak. Wahai jihadi-Muslim, janganlah Anda menjadi sebab umat Islam ditimpa kezaliman dan tekanan, padahal kalian sedang berangkat berjihad, membela umat Islam, dan menolong orang-orang yang lemah.

Wahai jihadis di Syam! Lupakanlah perselisihan di antara kalian dan tempatkanlah hal itu di belakang kalian. Kondisi hari ini sedang genting. Umat sedang mengawasi. Jadilah kalian teladan buat mereka. Janganlah kalian menelantarkan saudara-saudara kalian di Ghouta. Bangkitlah kalian secara bersamaan dan tolonglah (agama) Allah, niscaya  Dia akan meolong kalian.

Wahai umat kebenaran! Apa yang harus kita lakukan? Apakah kewibawaan telah terbunuh dalam diri kita sementara kelemahan telah membeli kita?

Apakah setelah kehinaan ini kita masih mempunyai sosok Mu’tashim yang menyambut seruan  orang yang dizalimi serta menolongnya?

Apakah kita masih memiliki sosok Shalahuddin yang bisa membebaskan kita? Sungguh, fajar hampir tiba untuk (orang-orang) menjadikan kita sebagai budak

—–

Wahai umat kebenaran! Apa selanjutnya? Setiap propaganda telah dijalankan dan  telah menguasai pemikirian

Tiada lagi yang tersisa kecuali kembali kepada Allah dengan jujur. Semoga kondisi dan gambaran ini akan digantikan (dengan lebih baik)

Ya Allah! Wahai penolong orang-orang yang lemah! Satukanlah barisan para jihadis. Tunjuklah orang terbaik dari mereka untuk memimpin mereka. Bantulah mereka dengan bantuan yang berasal dari dirimu. Ya Allah! Wahai Yang Menundukkan orang-orang arogan! Hancurkanlah orang-orang kafir! Cerai-beraikanlah kekuatan mereka dan tunjukkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban kekuasaanmu.

 

Sumber: http://jihadology.net

 

Baca juga, SYAIKH AIMAN AZ-ZHAWAHIRI : JIHAD SURIYAH, PERTEMPURAN DI JANTUNG DUNIA ARAB-ISLAM